Sumpah Pemuda

Momentum Beri Pendidikan Politik Santun pada Pelajar

Citra Larasati 28 Oktober 2018 11:29 WIB
sumpah pemuda
Momentum Beri Pendidikan Politik Santun pada Pelajar
Upacara bendera dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2018, di Sekolah Global Sevilla Pulomas, Jakarta, humas GSS.
Jakarta:  Peringatan hari Sumpah Pemuda yang bertepatan dengan masuknya tahun politik dapat menjadi momentum memberi pendidikan berpolitik dan bernegara yang santun kepada pemuda.  Pendidikan melalui institusi sekolah, berperan penting untuk menjadi pintu memulai langkah tersebut,

Direktur Global Sevilla School, Pulomas, Jakarta, Robertus Budi Setiono mengaku prihatin dengan adanya agenda politik yang dimainkan secara tidak santun oleh segelintir politisi belakangan ini.  "Mengapa belakangan ini agenda politik banyak merusak persatuan dan kesatuan bangsa," kata Robertus, di Jakarta, Minggu, 28 Oktober 2018.


Prilaku tidak santun dalam berpolitik ini, kata Robertus, tentu saja akan memberikan teladan yang kurang baik bagi generasi berikutnya, terutama pelajar dan anak muda pada umumnya. "Karena pemuda-pemuda ini yang nanti akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa," terang pengurus Dewan Pendidikan Jakarta ini.

Untuk itu, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sangat penting.  Agar mengingatkan seluruh orangtua, politisi dan pemimpin bangsa untuk memberikan teladan yang baik dalam berpolitik menjelang pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif di 2019 mendatang.

Sebaliknya, berpolitik dan bernegara yang santun perlu ditanamkan kepada pelajar dan pemuda sejak dini melalui pintu pendidikan.  "Mulai dari yang paling sepele, bagaimana sekolah mengajarkan konsep persatuan dan kesatuan melalui mata pelajaran geografi misalnya.  Kita jelaskan, bahwa Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, suku bangsa, ada 34 provinsi dengan beraneka ragam budaya di dalamnya," terang Robertus.

Model belajar itu pula yang diterapkan Global Sevilla dalam memperingati hari Sumpah Pemuda tahun ini.  Tidak hanya menggelar upacara bendera, namun juga sejumlah kegiatan seperti menggambar ciri khas masing-masing provinsi yang ada di Indonesia.

Baca: Erick Thohir Pimpin Pembacaan Sumpah Pemuda di Rakernas TKN-KIK

Hasil karya tersebut dipajang di lapangan, untuk dipamerkan sebagai sebuah karya seni. "Ini melibatkan seluruh sivitas di Global Sevilla Pulo Mas, mulai dari siswa TK, termasuk staf, karyawan, Office Boy(OB)," ungkap Robertus.

Sementara upacara bendera sendiri tetap digelar secara penuh, menggunakan pasukan pengibar bendera (paskibra).  Tujuannya, kata Robertus, untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak terhadap persatuan dan kesatuan yang dipelopori oleh para pemuda di era merebut kemerdekaan.

"Bagaimana para pemuda yang tidak beda usia dengan mereka itu,  sudah memikirkan bangsa dan negara. Mereka bisa bermimpi memiliki bangsa dan Tanah Air yang sama," terangnya.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id