Menaker Yassierli. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Menaker Yassierli. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Menaker Sentil Dosen 'Fixed Mindset', Sering Ngajar Pakai Materi Jadul Berulang-ulang

Ilham Pratama Putra • 23 Juli 2026 10:52
Ringkasnya gini..
  • Menaker Yassierli menilai banyak dosen masih memiliki fixed mindset dan menularkannya kepada mahasiswa.
  • Materi kuliah yang tak diperbarui selama bertahun-tahun dinilai menghambat perkembangan mahasiswa.
  • Mahasiswa didorong membangun growth mindset dengan terus belajar serta memiliki mentor atau coach.
Riau: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyoroti masih banyak dosen yang mengajar dengan pola pikir fixed mindset. Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak langsung pada mahasiswa karena ilmu yang diberikan tidak lagi mengikuti perkembangan zaman.
 
Yassierli mengaku berani menyampaikan kritik tersebut karena dirinya juga berasal dari dunia akademik. Ia menilai sebagian dosen masih bangga mengajarkan materi yang sama selama bertahun-tahun tanpa melakukan pembaruan pengetahuan.
 
"Banyak dosen mengontaminasi mahasiswanya dengan fixed mindset. Banyak dosen yang fixed mindset, bukan growth mindset. Saya boleh bicara ini karena saya seorang dosen," kata Yassierli dalam Tanoto Scholars Gathering di Pangkalan Kerinci, Riau, Kamis 23 Juli 2026.

Ia mencontohkan dosen yang bangga mengajar tanpa melihat materi atau catatan karena merasa sudah menguasai seluruh isi perkuliahan. Menurutnya, kebiasaan itu justru menjadi tanda bahwa materi yang diajarkan tidak pernah diperbarui.
 
Baca juga: Tak Cuma Satu, Prabowo Bakal Bikin 10 Universitas Republik Indonesia  

"Apalagi dengan bangganya mengajarkan sesuatu sudah di luar kepala saya. Berarti kalau dia mengajarnya di luar kepala dia, yang diajarin 10 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu sama," ujarnya.
 
Yassierli mengingatkan dunia berubah sangat cepat sehingga perguruan tinggi tidak boleh hanya mengulang pengetahuan lama. Jika dosen berhenti belajar, mahasiswa berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh wawasan terbaru yang relevan dengan kebutuhan industri maupun perkembangan ilmu pengetahuan.
 
Karena itu, ia mendorong mahasiswa membangun growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Menurutnya, salah satu cara paling efektif adalah memiliki mentor atau coach yang dapat menjadi panutan dalam proses belajar.
 
"Pesan dari saya, cara gampang sukses adalah Anda harus punya coach, Anda harus punya mentor. Belajarlah dan carilah mentor atau coach sebagai role model untuk Anda. Lihat bagaimana mereka bisa survive, lihat bagaimana mereka berkembang, mereka-mereka yang memiliki growth mindset," katanya.
 
Yassierli menjelaskan setiap manusia sebenarnya telah memiliki growth mindset sejak kecil. Ia mencontohkan seorang bayi yang terus berusaha berdiri meski berulang kali terjatuh, atau anak yang terus belajar berbicara meskipun belum lancar.
 
Namun, semangat untuk terus belajar itu perlahan memudar seiring bertambahnya usia. Banyak orang merasa sudah menjadi ahli sehingga berhenti memperbarui pengetahuan.
 
"Sayangnya, ketika bertambah usia, growth mindset bergeser menjadi fixed mindset. 'I am expert'. Expert-nya lima tahun yang lalu, padahal dunia itu berubah," ucapnya.
 
Meski kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengaku tetap meluangkan waktu membaca berbagai topik, termasuk yang berada di luar bidang ketenagakerjaan. Baginya, pertumbuhan seseorang tidak cukup hanya diukur dari usia, tetapi juga dari bertambahnya wawasan dan pengetahuan.
 
"Saya sampai sekarang walaupun saya jadi menteri, saya tetap membaca. Dan membaca sesuatu yang di luar terkait dengan ketenagakerjaan. Karena bagi saya, kita harus tumbuh, tidak hanya usianya tumbuh, tapi juga wawasan dan knowledge kita harus tumbuh," tuturnya.
 
Baca juga: URI Dipimpin Gubernur, Kok Bukan Rektor? Ini Alasannya  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan