Kerja. DOK Freepik
Kerja. DOK Freepik

AI Tak Gantikan Bahasa Inggris, Justru Makin Jadi Kebutuhan di Dunia Kerja

Renatha Swasty • 10 Maret 2026 08:48
Ringkasnya gini..
  • 81 persen pemberi kerja justru merasa kehadiran AI meningkatkan kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris.
  • Di Indonesia, kemahiran bahasa Inggris jauh lebih penting saat ini dibandingkan dengan lima tahun lalu.
  • Karyawan yang tidak mahir berbahasa Inggris akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan secara profesional.
Jakarta: Era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ternyata tidak menggeser posisi bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar bisnis dunia. Sebaliknya, kehadiran AI justru membuat kebutuhan akan kemahiran bahasa Inggris meningkat drastis sebagai fondasi komunikasi digital global.  

Hal ini terungkap dalam TOEIC Global English Skills Report oleh Educational Testing Service (ETS) yang digelar pertama kali secara global di Jakarta. Laporan yang disusun berdasarkan survei terhadap 1.300 Human Resources (HR) di 17 negara ini membawa pesan kuat bahwa bahasa Inggris adalah kapabilitas bisnis yang tidak bisa ditawar lagi.  
 
​President ETS, Janet Garcia, mematahkan anggapan teknologi penerjemah AI akan mengurangi relevansi belajar bahasa asing. Data menunjukkan 81 persen pemberi kerja justru merasa kehadiran AI meningkatkan kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris.  
 
​"Data ini memotong hiruk-pikuk spekulasi tentang AI. AI tidak menggantikan bahasa Inggris. Kemampuan ini tetap dibutuhkan agar manusia bisa berkomunikasi dengan jelas, mengevaluasi informasi, dan berkolaborasi secara efektif melalui perintah (prompt) yang tepat," tegas Janet di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

​Indonesia menjadi sorotan khusus dalam laporan tahun ini. General Manager Institutional Language Products ETS, Ratnesh Kumar Jha, mengungkapkan temuan mengejutkan sekaligus optimistis bagi pasar tenaga kerja tanah air. 

​"Di Indonesia, 100 persen profesional HR yang kami survei menyatakan bahwa kemahiran bahasa Inggris jauh lebih penting saat ini dibandingkan dengan lima tahun lalu," ujar Ratnesh. 
 
Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, mencerminkan ambisi Indonesia lebih kompetitif di rantai pasok global dan jaringan bisnis internasional.
 
Laporan juga mencatat beberapa poin krusial bagi tenaga kerja Indonesia yang dimulai dari aspek keunggulan kompetitif. Lebih dari 87 persen responden menilai karyawan yang tidak mahir berbahasa Inggris akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan secara profesional.
 
Terkait mobilitas global, sebesar 91 persen responden yakin standarisasi kemampuan bahasa Inggris melalui tes seperti TOEIC akan meningkatkan mobilitas tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, serupa dengan kesuksesan yang telah diraih oleh Jepang dan Korea Selatan. 
 
Terakhir, standarisasi adalah kunci utama karena saat ini perusahaan semakin mengandalkan tes standar yang kredibel untuk memvalidasi kemampuan nyata calon karyawan di tengah tren rekrutmen digital yang terus berkembang. 
 
​Menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis, ETS juga memperkenalkan TOEIC Link, sebuah solusi asesmen daring (online) modular. Alat ini dirancang untuk memberikan hasil secara instan (real-time), membantu perusahaan di Indonesia mempercepat proses rekrutmen, pelatihan, hingga strategi peningkatan keterampilan (upskilling) karyawan agar sejalan dengan agenda transformasi ekonomi digital nasional. 
 
​Laporan lengkap mengenai tren kecakapan bahasa Inggris global ini diharapkan menjadi acuan bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pemimpin perusahaan di Indonesia untuk terus memperkuat daya saing SDM di kancah global. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan