Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: YouTube
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: YouTube

Kick Off G20 on Education and Culture

Penanganan Bersama dan Teknologi Perperan Sentral Dalam Pemulihan Pendidikan

Citra Larasati • 09 Februari 2022 20:50
Jakarta:  Upaya memulihkan sektor pendidikan yang terdampak pandemi covid-19 membutuhkan upaya bersama baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.  Tidak hanya itu, teknologi pun turut berperan sentral pada pemulihan pendidikan ini.
 
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo mengatakan, pandemi bukan penyebab utama krisis pembelajaran. “Ketimpangan kualitas belajar sebetulnya sudah lama terjadi. Pandemi semakin membuka mata kita bahwa pembelajaran mengalami krisis, dan ini harus kita tangani bersama,” tutur Anindito, saat Kick Off G20 on Education and Culture, Kamis, 9 Februari 2022.
 
Teknologi, dijelaskan Alternate Chair Education Working Group (EdWG) G20 ini, berperan sentral pada pemulihan pendidikan. “Dalam konteks pandemi, pembelajaran tidak akan terjadi tanpa teknologi. Intervensi juga bukan hanya dalam bentuk pembangunan infrastruktur tradisional lagi, tetapi juga pemerataan konektivitas digital untuk memastikan pembelajaran berkualitas bisa dirasakan semua warga negara,” ungkap Pria yang akrab disapa Nino ini. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Kemendikbudristek Gelar 'Ruwatan' Massal Kebudayaan dalam G20
 
Pada acara tersebut, Anindito menjadi moderator pada gelar wicara “Pendidikan Berkualitas Universal dan Teknologi Digital untuk Pendidikan.  Kesenjangan digital atau digital divide, diakui Anindito, terjadi di dunia pendidikan.
 
“Di satu sisi, ada ketimpangan akses terhadap teknologi, di mana kita mengalami hilangnya capaian pembelajaran (learning loss) asimetris dan lebih parah dialami kelompok rentan dan ekonomi bawah. Tapi di sisi lain, teknologi menjadi katalis bagi inovasi luar biasa. Contohnya, jutaan guru dan siswa jadi lebih terampil memanfaatkan teknologi dan inovatif menyikapi tantangan,” ungkap Nino.
 
Nino mengatakan, di agenda prioritas yang akan Kemendikbudristek perjuangkan di G20 ini mengingatkan akan visi Indonesia yang menekankan gotong royong untuk pulih bersama. "Pandemi ini juga menjadi momentum kita agar semakin bersemangat memikirkan ulang dan membangun pendidikan yang lebih baik, untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan berkualitas,” terang Nino.. 
 
Ada empat agenda prioritas yang akan diperjuangkan Kemendikbudristek pada perhelatan G20, yakni Pendidikan Berkualitas untuk Semua (Universal Quality Education), Teknologi digital dalam Pendidikan (Digital Technologies in Education), Ketiga: Solidaritas dan Kemitraan (Solidarity and Partnership), dan keempat, Masa Depan Dunia Kerja Pasca Pandemi Covid-19 (The Future of Work Post Covid-19). 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif