Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan, kebudayaan tidak akan berhenti selama masih ada penggeraknya. Dia membandingkan keberlanjutan budaya dengan sumber daya alam seperti nikel, batu bara, minyak, dan gas yang suatu saat akan habis.
"Kalau nikel, batu bara, minyak, oil and gas, semuanya akan habis, akan ada waktunya. Tapi budaya tidak akan berhenti selama ada penggeraknya, selama ada manusianya," ujar Fadli Zon dalam Apresiasi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon (kanan) dan Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud), Giring Ganesha (kiri). Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Fadli menjelaskan, kebudayaan bukan sekadar sesuatu yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, ia memandang kebudayaan sebagai investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi budaya secara berkelanjutan.
Menurut dia, kebudayaan tidak seharusnya dipandang sebagai beban atau pusat pengeluaran. Sebaliknya, pemajuan kebudayaan perlu menjadi investasi yang manfaatnya dapat dirasakan pada masa kini hingga masa depan.
"Kebudayaan ini bukan cost center. Kebudayaan ini adalah menurut saya satu investasi masa kini, investasi masa depan," tegas Fadli.
Dana Abadi Kebudayaan
Untuk mendukung pemajuan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berupaya memperluas fasilitas pendanaan melalui Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan. Dana tersebut saat ini berjumlah Rp6 triliun dan direncanakan mendapat tambahan Rp2 triliun.
Fadli Zon mengajak sanggar, komunitas, padepokan, pemerintah daerah, hingga individu untuk memanfaatkan dana tersebut. Dia berharap Dana Abadi Kebudayaan dapat menjadi salah satu penggerak ekosistem pemajuan kebudayaan di berbagai daerah.
"Kementerian Kebudayaan juga ke depan ingin memberikan satu fasilitasi yang lebih luas lagi melalui Dana Abadi Kebudayaan, yang jumlahnya sekarang ini 6 triliun, mungkin akan kita tambah lagi 2 triliun lagi ya. Ini menjadi endowment fund, menjadi dana abadi yang pemanfaatannya nanti bisa mencapai 500 miliar rupiah," ungkap Fadli.
Sebelumnya, Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, menyampaikan AKI 2026 mencakup 12 kategori. Apresiasi diberikan untuk tujuh kategori, yakni Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum, Taman Budaya, Media, Pemerintah Daerah, Indonesianis, dan Diaspora Indonesia.
"Dalam proses penilaian, tim penilai turut mencermati bukti dan dokumen yang disampaikan para pengusul. Penilaian tidak semata-mata didasarkan pada lamanya suatu lembaga berdiri atau popularitas seorang tokoh, tetapi juga memperhatikan substansi, kontribusi, konsistensi kerja, capaian, dan relevansinya terhadap pemajuan kebudayaan," jelas Syukur.