Kuliah. DOK UGM
Kuliah. DOK UGM

Kabar Gembira! Prabowo Bakal Tambah Kuota Penerima Beasiswa di 2026

Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2026 14:59
Jakarta: Pemerintah terus berupaya memperluas ketersediaan beasiswa untuk meringankan beban para mahasiswa. Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan perlunya penghitungan ulang anggaran beasiswa agar penerima beasiswa semakin banyak.
 
"Mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," beber Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
 
Saat ini, dari 9,9 juta mahasiswa, baru 1,1 juta di antaranya yang mendapatkan bantuan beasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Pemerintah juga terus berupaya memajukan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

"Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” kata dia.
 
Pembicaran ini dilakukan langsung oleh Prabowo dengan rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan sejumlah guru besar di Istana Kepresidenan. "Tapi mohon maaf mungkin kali ini memang agendanya tertutup, karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," kata Prasetyo. 
 
Sebanyak 1.200 rektor dan guru besar bidang sosial dan hamaniora diundang oleh Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini menegaskan komitmen Presiden menjadikan pendidikan sebagai faktor kunci dan fondasi utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045.
 
Prasetyo menyebut pemerintah tengah berupaya meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan. Termasuk perguruan tinggi, baik dalam hal sarana dan prasarana maupun kualitas dosen dan tenaga pendidiknya.
 
Salah satu permintaan Prabowo dalam pertemuan itu adalah keinginan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter. Saat ini, Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter.
 
"Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” kata dia. 
 
Pertemuan ini turut menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia. Utamanya sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
 
“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” kata dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan