Jakarta: Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat dimulai hari ini, Senin, 26 Oktober 2026. Pelaksanaan TKA berlangsung selama dua pekan hingga 8 November 2026.
Peserta dibagi dalam beberapa gelombang sehingga tidak semua murid mengerjakan tes pada hari yang sama. Di awal pelaksanaan TKA, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan pesan khusus kepada para peserta.
Ia mengajak para murid mengerjakan ujian dengan jujur dan gembira, serta tidak menjadikan hasil tes sebagai penentu masa depan. Abdul Mu'ti meminta siswa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan menjadikan tagline TKA tahun ini, yaitu 'Jujur Gembira' diterapkan dalam setiap tahap pengerjaan tes.
“Jujur berarti mengerjakan setiap soal sesuai dengan kemampuan diri sendiri, tanpa bantuan dari orang lain yang mengarah pada kecurangan,” kata Mu'ti dikutip dari unggahan akun Instagram @kemendikdasmen, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menekankan yang terpenting bukan hanya hasil akhir. Proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dinilai lebih bermakna.
Selain itu, gembira berarti mengerjakan tes dengan hati ikhlas. Para murid diminta bangga atas usaha yang telah mereka lakukan karena usaha itulah yang akan membawa mereka pada prestasi.
Selain soal kejujuran, Mu'ti menyoroti cara memandang hasil tes. Ia mengajak semua pihak memahami hasil TKA secara utuh dan bijak.
“Hasil asesmen bukanlah label untuk menentukan masa depan seseorang, melainkan informasi yang dapat dimanfaatkan dan dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid,” ujar Mu'ti.
Dengan pandangan tersebut, hasil TKA diharapkan dapat dipakai untuk memperbaiki proses belajar murid di sekolah. Hasil tes menjadi bahan refleksi, bukan sekadar angka.
Kepada seluruh satuan pendidikan, Mu'ti meminta warga sekolah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, pelaksanaan TKA dapat berjalan dengan baik.
Mu'ti juga menyinggung murid yang berada di wilayah terdampak bencana. Kemendikdasmen telah menyiapkan langkah mitigasi dengan memperhatikan keselamatan murid dan kondisi di wilayah tersebut.
Keselamatan murid dan seluruh warga sekolah di lokasi bencana menjadi perhatian dan prioritas utama kementerian. Hal itu menegaskan komitmen kementerian bagi murid di wilayah terdampak.
“Mari kita sukseskan TKA dengan ‘Jujur Gembira’ demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua. Selamat mengikuti TKA, semoga sukses,” ujar Mu’ti. (Talitha Islamey)