Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Kabupaten Manggarai Timur mengalami kerusakan terparah dengan total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak.
Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. Gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujar Mu'ti dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 19 Agustus 2026.

Sekolah rusak di NTT. DOK Kemendikdasmen
Kemendikdasmen telah menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat melalui dua klaster ekspedisi. Klaster pertama mengirim 30 tenda dari penyimpanan Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk mendukung kebutuhan warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Bantuan akan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan dijadwalkan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026. Kemendikdasmen menargetkan pemasangan tenda mulai 23 Agustus 2026.
Rencananya, BGTK NTT akan menerima dan mengelola bantuan di Posko Kemendikdasmen, Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Sementara itu, klaster kedua mengirim 20 tenda dari penyimpanan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menuju Pelabuhan Ende untuk mendukung sekolah di wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Surabaya pada 21 Agustus 2026.

Sekolah rusak di NTT. DOK Kemendikdasmen
BPMP NTT akan menerima bantuan di Posko Klaster 2 di SKB Ende sebagai titik transit logistik sebelum mendistribusikannya ke wilayah sasaran. Tim Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) di bawah koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan mengawal pengiriman bantuan, distribusi, hingga pemasangan tenda darurat di lapangan.
Kemendikdasmen meminta satuan pendidikan menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sementara sesuai kondisi daerah. Kementerian juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Layanan tersebut akan bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan. Selanjutnya, mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan school kit.
Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi. Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen juga mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan.
Kementerian juga terus mempercepat identifikasi sekolah rusak berdasarkan data awal yang akan dihimpun oleh Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga 18 Agustus 2026. Verifikasi lapangan dan penanganan melalui perjanjian kerja sama (PKS) ditargetkan berlangsung pada pekan berikutnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda