Tabata berbahan dasar tahu dan di dalamnya terdapat isian adonan bakso dari talas serta isian ayam suwir yang dipadukan dengan berbagai macam varian rasa, seperti original dan pedas.
“Tahu bakso talas ini tidak hanya mengandung protein, tetapi juga mengandung karbohidrat dengan harga yang ramah dikantong konsumen,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tabata, Roby Syahmadi, dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Robi mengungkapkan ide usaha ini bermula dari mata kuliah kewirausahaan saat semester tiga yang ia ambil. Ia melihat potensi talas yang sangat besar di Bogor namun inovasinya masih terbatas.
Kemudian, ia melakukan riset yang hasilnya mengombinasikan talas dengan tahu bakso sebagai inovasi makanan baru. "Kami memakai komposisi 442, yaitu ayamnya empat bagian, talasnya empat bagian, dan tepungnya dua bagian. Dengan komposisi ini, kami bisa menekan biaya produksi namun tetap memberikan sensasi baru," beber Robi.
Baca Juga :
Minuman Lemon Madu Karya IPB Bantu Turunkan Tekanan Darah, Masuk 117 Inovasi Indonesia 2025
Konsumen juga memberikan respons positif, terutama pada tekstur bakso yang unik. "Ada teman yang menanyakan kenapa bisa kenyal seperti ini, padahal itu rahasia dapur kami," ungkap Chief Financial Officer (CFO) Tabata, Dini Rahma Putriani.
Meski begitu, tim Tabata tetap melakukan evaluasi berkelanjutan, seperti meningkatkan tingkat kerenyahan tahu dan menyesuaikan tingkat kepedasan isian sesuai masukan pelanggan. Pemasaran produknya masih difokuskan di lingkungan kampus IPB University, tapi ke depan diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Produk Tabata diikutsertakan dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dini menuturkan keikutsertaan dalam program PMW memberikan dampak besar bagi mentalitas dan wawasan bisnis para kru Tabata.
Mereka mendapatkan materi yang sangat berharga terkait manajemen finansial, riset pasar, hingga riset dan pengembangan produk. "Materi-materinya sangat daging dan tidak didapatkan di kelas biasa. Kami belajar bahwa memulai bisnis itu butuh keberanian untuk gagal dan terus belajar dari evaluasi," ungkap Dini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda