Gambar Burung Cendrawasih pada pecahan Rp20.000 tahun 1992.
Gambar Burung Cendrawasih pada pecahan Rp20.000 tahun 1992.

Dereta Satwa yang Muncul di Uang Rupiah, Ada Cenderawasih hingga Harimau Sumatera

Muhammad Syahrul Ramadhan • 24 Oktober 2026 21:13
Ringkasnya gini..
  • Pada sejumlah uang lama dan uang logam khusus, masyarakat bisa menemukan ilustrasi satwa khas Nusantara, mulai dari burung hingga mamalia yang hidup di hutan tropis.
  • Diabadikannya gambar satwa endemik Indonesia pada uang Rupiah bertujuan untuk memperkenalkan mereka kepada dunia luas mancanegara.
  • Desain uang lama Indonesia menyimpan cerita menarik tentang keanekaragaman hayati.
Jakarta: Uang rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga pernah menjadi media untuk menampilkan kekayaan alam Indonesia. 

Pada sejumlah uang lama dan uang logam khusus, masyarakat bisa menemukan ilustrasi satwa khas Nusantara, mulai dari burung hingga mamalia yang hidup di hutan tropis.

Desain uang lama Indonesia menyimpan cerita menarik tentang keanekaragaman hayati. Catatan Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa beberapa uang logam pernah menampilkan gambar burung dan satwa lainnya.

Berikut sejumlah contoh satwa yang dapat ditemukan pada uang rupiah dari berbagai periode.

Pada Rupiah yang Masih Beredar


Dalam Rupiah yang masih beredar saat ini, terdapat beberapa satwa endemik khas Indonesia yang tercetak.


Burung Jalak Bali

Burung Jalak Bali merupakan satwa endemik Indonesia yang berasal dari bagian barat Pulau Bali. Burung ini memiliki bulu putih yang dominan, ujung sayap dan ekor berwarna hitam, serta kulit biru di sekitar matanya yang menjadi ciri khasnya.

Jalak Bali diabadikan pada uang logam pecahan Rp200 tahun emisi 2003. Menurut Bank Indonesia, burung ini ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Bali pada 1991. 

Keberadaannya juga dilindungi karena populasinya terancam punah. Kehadiran Jalak Bali pada uang rupiah menjadi salah satu bentuk pengenalan satwa khas Indonesia kepada masyarakat.


Burung Kakaktua Raja

Kakaktua Raja merupakan salah satu jenis burung kakaktua terbesar di Indonesia. Burung ini berasal dari Papua dan dikenal dengan bulu hitam serta jambul khas di bagian kepalanya. Paruhnya yang besar dan kuat menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali.

Satwa ini ditampilkan pada uang logam pecahan Rp100 tahun emisi 1999. Bank Indonesia menjelaskan bahwa Kakaktua Raja merupakan satwa asli Indonesia yang dilindungi untuk mencegah perburuan liar dan ancaman kepunahan. 

Penggambarannya pada uang rupiah turut memperkenalkan kekayaan fauna Papua kepada masyarakat luas.


Burung Kepodang

Burung Kepodang dikenal dengan warna bulunya yang cerah, terutama perpaduan kuning dan hitam. Burung ini hidup di kawasan hutan tropis dan dapat ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Kepodang diabadikan pada uang logam pecahan Rp50 tahun emisi 1999. Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, persebarannya yang cukup luas menjadikan burung ini salah satu fauna yang menarik untuk diperkenalkan melalui desain uang rupiah. 

Gambar Kepodang juga memperlihatkan bagaimana keanekaragaman satwa Indonesia pernah menjadi inspirasi dalam desain mata uang.


Pada Rupiah yang Tak Lagi Beredar

Sebelum uang Rupiah yang saat ini kita kenal, beberapa pecahannya dahulu menggunakan gambar satwa khas Indonesia. Berikut daftarnya:


Burung Cenderawasih

Burung cenderawasih dikenal sebagai salah satu burung paling ikonik dari Papua. Satwa ini memiliki bulu yang indah dengan warna dan bentuk yang beragam, tergantung spesiesnya. 

Keunikan bulu tersebut membuat cenderawasih kerap dijuluki sebagai bird of paradise atau burung surga.
 
Cenderawasih
Burung Cenderawasih. Dok. PERURI
 


Keindahan burung cenderawasih pernah diabadikan dalam beberapa pecahan rupiah lama. Salah satunya adalah uang logam Rp50 tahun emisi 1971. 

Selain itu, cenderawasih juga pernah muncul pada uang rupiah khusus dan uang kertas Rp1000 dan Rp2000 yang ditarik kembali pada tahun 1966 lalu dicetak ulang pada uang kertas Rp20.000 pada 1992.


Burung Goura Victoria

Goura Victoria atau mambruk victoria merupakan burung berukuran besar yang berasal dari Papua dan pulau-pulau sekitarnya. 
 
Goura Victoria
Burung Goura Victoria Dok. PERURI

Burung ini memiliki bulu berwarna abu-abu kebiruan dan jambul khas menyerupai mahkota dengan ujung menyerupai renda. Ciri tersebut membuatnya mudah dibedakan dari jenis merpati lainnya.
 
Burung ini pernah ditampilkan pada uang kertas pecahan Rp100 tahun emisi 1984. Pada uang tersebut, gambar Goura Victoria menjadi bagian dari desain yang mengangkat kekayaan satwa Indonesia. 

Selain penampilannya yang unik, burung ini juga menarik karena habitat alaminya berada di kawasan hutan tropis Papua.


Komodo

Komodo merupakan reptil terbesar yang masih hidup di dunia dan menjadi satwa khas Indonesia. Hewan ini hidup secara alami di sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur, termasuk Pulau Komodo, Rinca, Gili Motang, dan sebagian wilayah Flores.

Komodo pernah muncul pada uang rupiah khusus pecahan Rp100.000 yang diterbitkan pada 1974. Uang logam berbahan emas tersebut merupakan bagian dari seri bertema cagar alam, bukan uang yang diterbitkan untuk peredaran sehari-hari seperti uang kertas pada umumnya.


Orangutan

Orangutan merupakan primata yang hidup di hutan tropis Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Satwa ini dikenal memiliki lengan panjang, rambut berwarna cokelat kemerahan, serta kemampuan menggunakan berbagai benda di sekitarnya.

Orangutan pernah ditampilkan pada uang logam rupiah khusus seri cagar alam yang diterbitkan pada 1974. Pada seri tersebut, gambar orangutan menjadi bagian dari pengenalan satwa Indonesia yang perlu dijaga kelestariannya.

Kehidupan orangutan sangat bergantung pada keberadaan hutan. Karena itu, pelestarian habitat menjadi hal penting untuk menjaga kelangsungan hidup satwa ini di alam liar.


Badak Jawa

Badak Jawa merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Satwa ini memiliki satu cula kecil dan kulit berlipat yang tampak seperti memakai pelindung tubuh. Di Indonesia, populasi alaminya kini terkonsentrasi di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Badak Jawa bercula satu pernah ditampilkan pada uang rupiah khusus pecahan Rp200.000 yang diterbitkan pada 1987. Uang logam berbahan emas tersebut merupakan bagian dari seri cagar alam yang menampilkan satwa khas Indonesia.

Keberadaan badak Jawa pada desain uang rupiah menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga satwa langka dan habitatnya agar tidak mengalami kepunahan.


Harimau Sumatera

Harimau Sumatera merupakan satu-satunya subspesies harimau yang masih bertahan hidup di Indonesia. Satwa ini memiliki corak belang hitam pada bulu berwarna jingga dan dikenal sebagai predator penting dalam ekosistem hutan Sumatera.

Harimau Sumatera pernah ditampilkan pada uang kertas rupiah pecahan Rp500 dari seri lama yang diterbitkan pada 1957. Gambar tersebut menjadi bagian dari desain uang yang mengangkat satwa Indonesia.

Saat ini, harimau Sumatera menghadapi ancaman seperti kehilangan habitat dan perburuan ilegal. Pelestarian kawasan hutan menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keberadaan satwa ini.


Gajah Sumatera

Gajah Sumatera merupakan subspesies gajah Asia yang berasal dari Pulau Sumatera. Satwa ini memiliki tubuh besar, belalai panjang, dan telinga yang relatif lebih kecil dibandingkan beberapa subspesies gajah lainnya.

Gajah pernah ditampilkan pada uang kertas rupiah pecahan Rp1.000 dari seri lama yang diterbitkan pada 1957. Ilustrasi tersebut memperlihatkan bahwa satwa khas Indonesia pernah menjadi inspirasi dalam desain mata uang.

Sebagai satwa yang membutuhkan wilayah jelajah luas, gajah Sumatera sangat bergantung pada keberadaan hutan. Perubahan habitat dan konflik dengan manusia menjadi tantangan dalam upaya pelestariannya.


Bawean

Nama Bawean merujuk pada rusa Bawean, satwa endemik Pulau Bawean di Jawa Timur. Rusa ini memiliki ukuran tubuh relatif kecil dan hidup di kawasan hutan. 

Karena wilayah persebarannya terbatas, kelestarian habitat menjadi faktor penting bagi kelangsungan populasinya.


Tupai

Tupai merupakan mamalia kecil yang umumnya memiliki tubuh ramping, mata relatif besar, dan ekor panjang. Hewan ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan dan kawasan yang memiliki pepohonan. 

Tupai juga berperan dalam ekosistem melalui aktivitas mencari makan dan interaksinya dengan tumbuhan.

Tupai tercatat sebagai gambar pada uang kertas rupiah pecahan Rp100 dari seri lama yang diterbitkan pada 1957. Uang tersebut merupakan bagian dari desain rupiah yang menampilkan beragam satwa Indonesia.

Diabadikannya gambar satwa endemik Indonesia pada uang Rupiah bertujuan untuk memperkenalkan mereka kepada dunia luas mancanegara. Sayangnya, banyak satwa langka saat ini terancam punah akibat keserakahan manusia yang memburu dan membakar hutan.

(Vira Farhatul Maula)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan