Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas bangga anak WNA. DOK Metro TV
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas bangga anak WNA. DOK Metro TV

LPDP Diperkirakan Biayai Kuliah S2 Dwi Sasetyaningtyas Sampai Rp1,5 Miliar

Ilham Pratama Putra • 24 Februari 2026 13:56
Ringkasnya gini..
  • Tyas studi S2 di Delft pada tahun 2015-2017 atau selama 2 tahun.
  • Biaya studi pascasarjana (2026) per tahunnya di Delft University sebesar EUR 19.906 atau Rp378 juta per tahun.
  • Selain biaya pendidikan, Tyas juga mendapat biaya lainnya.
Jakarta: Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas tengah menjadi perbincangan publik. Tyas memamerkan anaknya mendapatkan status kewarganegaraan Inggris.
 
Warga net dibuat geram dengan narasi yang disampaikan. Tyas menyampaikan cukup dirinya yang menjadi WNI, tapi tidak untuk anaknya.
 
Hal ini memicu kemarahan warga net, karena Tyas bisa ada di luar negeri karena suaminya, Arya Iwantoro, bekerja di luar negeri. Belakangan diketahui, Arya melanggar ketentuan LPDP untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah lulus studi.

Sebagai penerima beasiswa LPDP, Tyas juga dikecam. Pasalnya, sikap Tyas dinilai menjelekkan negara yang sudah membiayainya studi di luar negeri.
 
Nah, sebenarnya berapa banyak uang dari LPDP yang dipakai Tyas untuk studinya?
 
Medcom.id mencoba menghitung perkiraan biaya studi hingga benefit yang diterima Tyas selama kuliah di Delft University of Technology, Belanda. Tyas studi S2 di Delft pada tahun 2015-2017 atau selama 2 tahun.
 
Berdasarkan laman delftprep.nl, biaya studi pascasarjana (2026) per tahunnya di Delft University sebesar EUR 19.906. Apabila dirupiahkan dengan kurs Rp19.000, bianya adalah Rp378 juta per tahun.
 
Untuk biaya pendidikan saja, dengan masa studi total 2 tahun, Tyas sudah menikmati dana LPDP sebesar Rp756 juta. Biaya tersebut belum menghitung sejumlah benefit yang diberikan LPDP.
 
Dalam buku panduan komponen pembiayaan beasiswa LPDP 2024, LPDP tidak hanya menanggung biaya pendidikan dan uang pendaftaran sesuai yang ditetapkan perguruan tinggi. LPDP juga memberikan bantuan pembiayaan seperti buku, bantuan riset, hingga biaya hidup.
 
Untuk benefit per tahun, Tyas mendapatkan bantuan sebagai berikut:
  1. Tunjangan Buku: Rp10 juta
  2. Bantuan seminar: Rp15 juta
  3. Bantuan Publikasi Jurnal Internasional: Rp25 juta
  4. Asuransi kesehatan: Rp29 juta
  5. Biaya hidup: Rp342 juta
Artinya, total benefit per tahun yang diterima Tyas sebesar Rp421 juta. Apabila dikali 2 tahun (masa studi), total keseluruhan benefit yang diterima adalah Rp842 juta.
 
Kemudian, bila digabungkan dengan biaya studi dan benefit selama 2 tahun masa studi, maka Tyas sudah menghabiskan dana LPDP setidaknya sekitar Rp1,5 miliar. Bantuan tersebut belum termasuk bantuan transportasi, visa dan bantuan thesis sebesar Rp40 juta.
 
Kontrovesi ini bermula dari pernyataan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas yang bangga anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris. Namun, amarah publik terpantik karena ia mengucapkan: "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat,".
 
Pernyataan Tyas mendapat kecaman dari warga net, pasalnya ia bisa berada di luar negeri atas bantuan pendidikan dari LPDP yang merupakan uang dari pajak rakyat. Warga net lalu mengulik kehidupan Tyas. 
 
Rupanya, suaminya, Arya Iwantoro, juga merupakan penerima LPDP dan belum menjalankan kewajiban kontribusi di Indonesia setelah lulus studi. 
 
Belakangan, Tyas meminta maaf atas ucapannya. Dia menyadari kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.
 
Untuk itu, Tyas mengakui kesalahannya dan memahami dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan