Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas bangga anak WNA. DOK Metro TV
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas bangga anak WNA. DOK Metro TV

Menkeu Purbaya Blacklist Dwi Sasetyaningtyas dan Suami: Enggak Boleh Kerja di Pemerintahan

Ilham Pratama Putra • 24 Februari 2026 12:22
Ringkasnya gini..
  • Menkeu Purbaya memblacklist Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya Arya Iwantoro.
  • Dwi Sasetyaningtyas dinilai telah menghina negara.
  • Suami Tyas, Arya Iwantoro, diketahui belum menyelesaikan kewajiban kembali dan berkontribusi di Indonesia setelah lulus studi.
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memasukkan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Iwantoro dalam daftar hitam. Keduanya diblacklist tidak akan diterima bekerja di seluruh institusi pemerintahan.
 
"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan enggak akan bisa masuk, nanti akan kalian liat blacklist-nya seperti apa, jadi jangan menghina negara Anda sendiri," tegas Purbaya dalam unggahan di akun Instagram @metrotv dikutip Selasa, 24 Februari 2026.
 
Pasangan suami istri alumni LPDP itu menjadi sorotan karena menetap di Inggris dan memamerkan anaknya mendapatkan hak atas status kewarganegaraan Inggris. Warga net lalu mengulik kehidupan Dwi Saetyaningtyas alias Tyas dan menemukan suaminya, Arya, melanggar kewajiban pengabdian di Indonesia setelah lulus karena memperpanjang masa tinggalnya di Inggris.

"Itu hal yang kami sesalkan jadi kami akan menegakkan aturan yang ada di LPDP," kata Purbaya.
 
Purbaya mengungkap Arya sudah sepakat akan mengembalikan uang dari LPDP. Uang tersebut terhitung biaya yang ia dapat dari LPDP selama kuliah S3 di Utrecht University, Beladan pada 2017-2022.
 
"Dirut LPDP sudah bicara dengan suami terkait ya dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dia pakai dari LPDP ini termasuk bunganya loh," sebut Purbaya.
 
Kontrovesi ini bermula dari pernyataan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas yang bangga anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris. Namun, amarah publik terpantik karena ia mengucapkan: "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat,".
 
Pernyataan Tyas mendapat kecaman dari warga net, pasalnya ia bisa berada di luar negeri atas bantuan pendidikan dari LPDP yang merupakan uang dari pajak rakyat. Warga net lalu mengulik kehidupan Tyas. 
 
Rupanya, suaminya juga merupakan penerima LPDP dan belum menjalankan kewajiban kontribusi di Indonesia setelah lulus studi. 
 
Belakangan, Tyas meminta maaf atas ucapannya. Dia menyadari kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.
 
Untuk itu, Tyas mengakui kesalahannya dan memahami dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan