"Bagi kami apa yang disampaikan DS dan suaminya itu bagi kami di Komisi X itu hal yang cukup tercela," kata Lalu dalam Top News Metro TV dikutip Selasa, 24 Februari 2026.
Lalu menyebut sebetulnya penerima beasiswa LPDP tidak hanya memiliki tugas tunggal. Penerima beasiswa di luar negeri tidak cuma belajar.
"Tugas utamanya selain belajar itu bagaimana menjaga nama baik bangsa, sopan santun, etika, adab budaya Indonesia yang sangat diakui dunia internasional," kata Lalu.
Lalu menegaskan setiap penerima LPDP adalah duta bangsa. Sebagai duta bangsa, penerima beasiswa LPDP jangan malah merendahkan negara.
"Bukan malah melakukan hal yang justru mendiskreditkan bangsa sendiri," tutur dia.
Dia berharap dengan polemik DS dan suaminya, LPDP melakukan evaluasi, mulai dari tahap rekrutmen calon penerima beasiswa. "Dan tentunya bagaimana MOU dengan penerima ini pasca mereka kembali atau selesai melaksanakan studi dengan menggunakan dana LPDP," tegas dia.
Kontrovesi ini bermula dari pernyataan Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas yang bangga anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris. Namun, amarah publik terpantik karena ia mengucapkan: "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat,".
Pernyataan Tyas mendapat kecaman dari warga net, pasalnya ia bisa berada di luar negeri atas bantuan pendidikan dari LPDP yang merupakan uang dari pajak rakyat. Warga net lalu mengulik kehidupan Tyas.
Rupanya, suaminya juga merupakan penerima LPDP dan belum menjalankan kewajiban kontribusi di Indonesia setelah lulus studi.
Belakangan, Tyas meminta maaf atas ucapannya. Dia menyadari kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.
Untuk itu, Tyas mengakui kesalahannya dan memahami dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya. "Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," tulis Tyas di akun Instagramnya @sasetyaningtyas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News