Jakarta: Plt Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek, Tjitjik Sri Tjahjandarie, mengatakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia masih sangat minim. Bahkan, jumlah yang ada saat ini belum cukup.
"LPTK masih sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan," kata Tjitjik dalam konferensi pers daring, Senin, 11 April 2022.
Saat ini, 76 LPTK mendapat izin penyelenggaran. Namun, baru 59 di antaranya terakreditasi.
"Untuk itu perlu penambahan dan dipercepat penyelesaian Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang juga merupakan salah satu program prioritas Kemendikbudristek," kata dia.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berkolaborasi merevitalisasi LPTK. Program revitalisasi LPTK ini dikhususkan untuk peningkatan jumlah dan kualitas PPG.
Tjitjik berharap program ini dapat berjalan masif. Sehingga, keberadaan LPTK berkualitas semakin bertambah.
"Harapan kami akan banyak LPTK aktif dalam program, sehingga kita secara sitematis dan masif dapat meningkatkan jumlah maupun kualitas prodi PPG di Tanah Air," tutur dia.
Baca: Kemendikbudristek Revitalisasi LPTK Hadirkan Guru Berkualitas
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan