Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Honoris Causa Nurdin Halid, Kemendikbud Layangkan Teguran ke Rektor Unnes

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 19 Februari 2021 13:30
Jakarta:  Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melayangkan surat teguran kepada rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) terkait kontroversi penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan Unnes kepada Nurdin Halid. 
 
Surat dari Dikti Kemendikbud itu berisi permintaan agar rektor Unnes memberikan klarifikasi terhadap gelar Honoris causa yang membuat gaduh tersebut.  Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani mengatakan bahwa surat tersebut disampaikan Dikti karena pemberian gelar Doktor HC kepada Nurdin Halid tersebut dinilai tidak etis, meskipun tidak melanggar peraturan tertentu. 
 
Rektor Unnes pun, kata Paris, telah membalas surat berisi klarifikasi tersebut dua hari lalu. "Kami peringatkan dan minta klarifikasi.  Isi klarifikasinya di Unnes memang memungkinkan untuk memberikan itu (gelar doktor HC kepada Nurdin Halid)," kata Paris kepada Medcom.id, Jumat, 19 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paris mengatakan, pihak Dikti menghargai niat baik Unnes yang langsung membalas surat teguran dan permintaan klarifikasi dari Dikti dalam waktu singkat.  Pihaknya juga menghargai keputusan rektor Unnes soal pemberian Honoris causa kepada Nurdin Halid.
 
Perbaiki Regulasi
 
Meski begitu Dikti, kata Paris, tetap memberikan peringatan agar lain kali Unnes dapat memasukkan pertimbangan etika sebelum memberikan gelar HC kepada seseorang.  "Kalau memang di Unnes belum ada instrumen penilaian etika dalam pemberian doktor HC, kami minta agar segera diperbaiki regulasinya agar hal serupa tidak terulang kembali," tegas Paris.
 
Baca juga:  Tak Sembarang Orang Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Ini Kriterianya
 
Sebab secara umum, kata Paris, meski kampus memiliki otonomi memberi gelar Doktor HC kepada seseorang, namun tetap harus memperhatikan sisi etika dan moral.  "Kami sangat berharap gelar HC itu diberikan kepada sosok yang inspiratif, jangan sosok yang kontroversial. Silakan dilihat berdasarkan data saja, kemudian dikroscek.  Pak Dirjen Dikti juga meminta unsur etika jadi pertimbangan khusus ketika kampus memberikan gelar HC," tegas Paris.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif