Anak main ponsel. DOK Pexel
Anak main ponsel. DOK Pexel

112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game dan Medsos Sepanjang 2025

Ilham Pratama Putra • 02 Januari 2026 15:33
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, menyebut paham radikalisme ekstrem di Indonesia masih ditemukan. Bahkan, korbannya adalah anak-anak.
 
Eddy mengungkapkan sebanyak 112 anak terpapar radikalisme di ruang digital sepanjang 2025.
Anak-anak tersebut terpapar dari ruang digital.
 
"Sepanjang tahun 2025 sebanyak 112 anak terpapar radikalisasi melalui ruang digital yang tersebar di 26 provinsi," ujar Eddy dalam tayangan di Metro TV dikutip Jumat, 2 Januari 2026.

Eddy menyebut anak-anak tersebut terpapar paham radikal melalui dua pintu utama, yaitu gim online dan media sosial. Eddy mengaitkan peristiwa yang terjadi di SMAN 72.
 
"Ada beberapa peristiwa juga kemarin SMA 72 walaupun juga terkait dengan terorisme tapi mereka terpapar di sosial media," tutur Eddy.
 
Terpisah, Kabareskrim Komjen Pol Syahardiantono mengungkap 68 anak tergabung dalam sebuah grup kekerasan ekstrem di internet. Anak-anak tersebut terpapar ideologi Neo-Nazi dan White Supremacy atau supremasi kulit putih.
 
Dia menjelaskan 68 anak itu tergabung dalam grup bernama True Crime Community (TCC). Anak-anak tersebut tersebar pada berbagai wilayah di Indonesia.
 
"Penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup TCC seperti neo-nazi dan White Supremacy," kata Syahardiantono.
 
Ia menjelaskan di grup tersebut, anak-anak belajar menggunakan senjata berbahaya. Bahkan mereka belajar menyusun strategi untuk menyerang sekolah.
 
"Mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat mereka," sebut dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan