Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK Kemendikdasmen

Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global, Genjot Literasi–Numerasi Siswa SD hingga 2029

Ilham Pratama Putra • 09 April 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Program ini digarap melalui kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi rendahnya kemampuan dasar siswa Indonesia.
  • Urgensi program ini cukup tinggi sebab hasil PISA 2022 mencatat hanya 25% siswa mencapai standar literasi membaca dan 18% untuk matematika.
  • Program ini akan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar.
Jakarta: Pemerintah meluncurkan program nasional peningkatan literasi dan numerasi yang akan berlangsung hingga 2029. Program ini digarap melalui kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi rendahnya kemampuan dasar siswa Indonesia.
 
"Program ini menjadi langkah strategis. Program ini merupakan kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional bersama UNICEF, Tanoto Foundation, dan Gates Foundation di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
 
Program ini melibatkan sejumlah mitra global seperti UNICEF, Tanoto Foundation, dan Bill & Melinda Gates Foundation. Kolaborasi juga menggandeng enam pemerintah daerah sebagai proyek percontohan.

“Kerja sama ini sangat penting dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal,” kata Mu’ti. 
 
Data menunjukkan urgensi program ini cukup tinggi. Hasil PISA 2022 mencatat hanya 25 persen siswa Indonesia yang mencapai standar literasi membaca dan 18 persen untuk matematika. 
 
Mu’ti menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Kemampuan dasar yang lemah akan menghambat pembelajaran lanjutan siswa.
 
“Tanpa keterampilan dasar ini, anak-anak akan menghadapi hambatan dalam mengakses pengetahuan yang lebih kompleks,” ujar dia.
 
Program ini akan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar. Sebanyak 1.500 guru dan kepala sekolah akan dilatih untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
 
“Ada sekitar 500 sekolah yang menjadi mitra dalam program ini,” kata Mu’ti.
 
Tak hanya itu, program ditargetkan memberi dampak langsung kepada sedikitnya 45 ribu siswa. Dalam jangka panjang, cakupan program diharapkan diperluas secara nasional.
 
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan,” ujar Mu’ti. 
 
Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan pentingnya peran guru dalam program ini. Ia menyebut penguatan praktik pembelajaran menjadi kunci keberhasilan.
 
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung guru lewat penguatan praktik pembelajaran di kelas, agar setiap anak memahami konsep dasar literasi dan numerasi,” ujar Ari. 
 
Ia mengatakan pemanfaatan data asesmen akan membantu guru memahami kebutuhan siswa. Dengan begitu, strategi pembelajaran bisa lebih tepat sasaran.
 
“Guru dapat memetakan kebutuhan siswa secara tepat dan menyesuaikan strategi pembelajaran,” kata dia.
 
Sementara itu, Direktur Global Education Bill & Melinda Gates Foundation Benjamin Piper menilai fondasi membaca dan matematika sangat krusial. Hal ini menentukan kemampuan belajar siswa di masa depan.
 
“Fondasi yang kuat dalam membaca dan matematika sangat penting agar setiap anak dapat mencapai potensi mereka,” ujar Piper. 
 
Ia mencontohkan keberhasilan program serupa di India. Pendekatan berbasis data dan penguatan pembelajaran terbukti meningkatkan capaian siswa.
 
“Peningkatan praktik pembelajaran dan pemanfaatan data asesmen telah menghasilkan peningkatan signifikan,” kata dia.
 
Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyatakan kolaborasi ini penting untuk masa depan anak-anak. Pendidikan berkualitas menjadi hak dasar yang harus dipenuhi.
 
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat keterampilan dasar anak,” ujar Maniza. 
 
Ia mengatakan UNICEF membawa pengalaman global dan pemahaman lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program di Indonesia.
 
“Bersama, kita dapat mempersiapkan anak-anak agar siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” kata dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan