Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

3 Tahun Pasca Pandemi Covid-19, Kemampuan Literasi-Numerasi Anak Indonesia Belum Pulih

Ilham Pratama Putra • 09 April 2026 12:38
Ringkasnya gini..
  • Indonesia masih menghadapi learning loss dan learning poverty.
  • Pemerintah optimistis dapat memperbaiki kondisi tersebut dengan berbagai program yang mulai dijalankan bertahap.
  • Mu’ti menekankan perbaikan harus dimulai sejak dini. Hal ini agar dampak kelemahan tidak berlanjut ke jenjang berikutnya.
Jakarta: Kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia diakui belum sepenuhnya pulih pasca pandemi covid-19. Kondisi ini terlihat dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. 
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan capaian siswa masih tertinggal. Artinya, ada learning loss nyata di masa pandemi.
 
“Kita belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan yang sangat fundamental terkait kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung,” ujar Mu’ti dalam acara Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional bersama UNICEF, Tanoto Foundation, dan Gates Foundation di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Tak cuma TKA, survei lainnya menunjukkan data serupa. Salah satunya dilihat dari skor global seperti PISA.
 
“Hasilnya sudah kita ketahui, kira-kira tidak jauh berbeda dengan hasil tes PISA,” kata dia.
 
Mu’ti menegaskan Indonesia masih menghadapi learning loss dan learning poverty. Kedua persoalan itu menjadi dampak serius yang belum sepenuhnya pulih.
 
We are not yet recover from our problems with regard to the low achievement of literacy and numeracy (Kita belum sepenuhnya pulih dari masalah capaian kemampjan literasi dan numerasi),” ujar dia.
 
Meski demikian, pemerintah optimistis dapat memperbaiki kondisi tersebut. Berbagai program kini mulai dijalankan secara bertahap.
 
“Berbagai tantangan itu bukan halangan, tetapi momentum untuk kita berbuat lebih baik lagi,” ucap dia.
 
Program kolaborasi lintas pihak seperti dengan Tanoto Foundation, Gates Foundation dan UNICEF digencarkan sebagai solusi. Fokus utama diarahkan pada jenjang pendidikan dasar.
 
“Program ini menjadi sangat penting karena menyasar fondasi kemampuan anak,” kata dia.
 
Mu’ti menekankan perbaikan harus dimulai sejak dini. Hal ini agar dampak kelemahan tidak berlanjut ke jenjang berikutnya.
 
“Kalau dasar ini tidak kuat, akan berdampak terus pada jenjang berikutnya,” ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan