Mengenalkan buku kepada anak bukan hanya tugas guru di sekolah. Justru keluarga di rumah adalah pihak pertama dan paling berperan dalam menumbuhkan minat baca pada anak sejak mereka masih kecil.
Orang tua adalah contoh pertama yang dilihat anak sebelum mereka mengenal sekolah. Ketika anak terbiasa melihat orang tuanya membaca buku, rasa penasaran mereka akan tumbuh sendiri dan mendorong mereka untuk ikut membaca.
Membiasakan anak membaca di rumah tidak perlu cara yang rumit. Cukup sediakan sudut baca yang nyaman atau letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau, agar membaca terasa menyenangkan dan bukan sesuatu yang memberatkan.
Kini tidak ada lagi alasan sulit mendapatkan bahan bacaan. Pemerintah telah menyediakan ribuan buku digital yang bisa diakses secara gratis, sehingga setiap keluarga di Indonesia bisa mulai membangun kebiasaan membaca dengan lebih mudah dan hemat.
Oleh karena itu, yuk simak bersama apa saja tips yang bisa dilakukan untuk membangun minat baca anak beserta platform baca gratis yang disediakan pemerintah berikut ini.
Tips sederhana membangun budaya baca di rumah
Mengutip unggahan akun Instagram @litbangdikbud, berikut tiga cara simpel yang bisa diterapkan oleh orang tua untuk membangun budaya baca:1. Sediakan pojok baca
Orang tua bisa menyulap salah satu sudut ruangan menjadi tempat membaca yang nyaman, supaya anak betah berlama-lama dengan buku.2. Beri kemudahan akses
Taruh buku di tempat yang sering dilalui atau mudah dilihat anak, misalnya di sebelah sofa atau di dekat tempat tidur mereka.3. Menjadi teladan/role model
Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi, biasakan membaca buku di depan mereka agar mereka terdorong untuk melakukan hal yang sama.Mengenal SIBI, akses buku gratis untuk semua
Bagi orang tua yang bingung mencari bahan bacaan berkualitas, Kemendikdasmen telah menyediakan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI). Platform ini menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya:1. Gratis dan berkualitas
Seluruh koleksi buku yang tersedia di platform SIBI dapat diakses tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Meski gratis, kualitas konten di dalamnya tetap terjaga karena telah melalui proses kurasi oleh Kemendikdasmen.2. Sesuai umur
Koleksi buku di SIBI tidak disajikan secara acak, melainkan telah dikelompokkan berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak. Dengan begitu, orang tua bisa dengan mudah memilih buku yang benar-benar tepat dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan si kecil, tanpa perlu memilah satu per satu secara manual.3. Fleksibel
Salah satu keunggulan utama SIBI adalah kemudahannya untuk diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat seperti ponsel, tablet, maupun komputer. Tidak perlu repot pergi ke toko buku atau perpustakaan, cukup membuka platform ini dari rumah dan langsung bisa menikmati ribuan pilihan bacaan.4. Melatih berpikir kritis
Konten yang tersedia di SIBI bukan sekadar hiburan, tetapi dirancang secara khusus untuk merangsang kemampuan berpikir anak secara lebih mendalam. Melalui bacaan yang terstruktur, anak diajak untuk memahami isi teks, menganalisis informasi, dan melatih kemampuan mereka dalam memecahkan masalah.Sobat Medcom, membangun budaya baca memang bukan perkara yang bisa diselesaikan dalam semalam. Dibutuhkan komitmen yang konsisten dari orang tua di rumah sekaligus dukungan nyata dari pemerintah agar kebiasaan ini benar-benar berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari anak.
Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kunci yang akan membuka pintu menuju pengetahuan yang lebih luas, masa depan yang lebih cerah, dan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Oleh karena itu, yuk jadikan buku sebagai sahabat setia kamu! (Talitha Islamey)
| Baca juga: Waduh! Minat Baca Gen Z Naik, Tapi 75 Persen Gak Paham Isi Bacaannya |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News