Jakarta: Siswa sekolah menengah atas (SMA) tidak hanya dapat mengandalkan pembelajaran di sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti juga mendorong siswa SMA untuk dapat mengikuti kursus demi memperoleh keterampilan tambahan.
“Bahkan yang di sekolah umum pun misalnya SMA dia bisa juga ikut kursus sambil dia belajar di SMA dan seterusnya,” kata Mu'ti di Jakarta Kamis, 17 September 2026.
Menurut Mu'ti, kebutuhan keterampilan tidak hanya dimiliki oleh siswa yang bersekolah di SMK. Siswa SMA yang mengikuti pendidikan dengan orientasi akademik juga dapat membutuhkan keterampilan praktis sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia mengatakan kursus dapat menjadi pelengkap pendidikan formal. Keterampilan yang diperoleh melalui lembaga kursus dan pelatihan dapat membantu peserta didik memiliki kemampuan tambahan yang tidak selalu diperoleh dalam pembelajaran di sekolah.
“Karena banyak mereka yang sekolah itu tetap memerlukan keterampilan-keterampilan yang tidak diajarkan di sekolah,” ujarnya.
Mu'ti sebelumnya juga mendorong lulusan SMK memiliki dua bukti kompetensi. Yakni ijazah dari sekolah yang sifatnya akademik dan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus.
“Lulusan-lulusan SMK kita itu bisa punya dua sertifikat. Satu adalah ijazah dari lembaga di mana mereka belajar, yang kedua itu sertifikat pelatihan-pelatihan yang diterbitkan oleh berbagai lembaga kursus dan pelatihan,” katanya.
Menurut Mu'ti, keterampilan tambahan tersebut dapat memperluas pilihan peserta didik ketika memasuki dunia kerja. Bekal itu juga dapat digunakan bagi mereka yang ingin membangun usaha sendiri.
Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan kemampuan akademik. Peserta didik juga perlu dibekali life skill agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan maupun kehidupan setelah sekolah.
“Supaya mereka punya life skill yang tidak hanya bersifat akademik tapi juga berupa keterampilan-keterampilan yang membekali mereka untuk dapat bekerja baik sebagai pegawai maupun sebagai entrepreneur,” kata Mu'ti.
Karena itu, pemerintah ingin memperkuat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Kursus diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi siswa untuk menambah keterampilan tanpa harus meninggalkan pendidikan formal yang sedang ditempuh.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan