Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari. DOK BRIN
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari. DOK BRIN

Dengan Kegigihan, Puji Buktikan Lintas Jurusan Bukan Penghalang untuk Berinovasi

Pendidikan penelitian Hari Kartini Perempuan Riset dan Penelitian BRIN
Medcom • 21 April 2022 12:36
Jakarta: Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, membuktikan lintas jurusan bukan penghalang berinovasi membangun negeri. Meski, dasar pendidikan Puji ialah Ilmu Tanah, dia berhasil mencetak ratusan publikasi ilmiah di bidang Bioteknologi Pertanian.
 
“Kuncinya adalah dari awal kita selalu komitmen, berusaha, dan fokus,” tutur Puji dalam Webinar Perempuan Berkarya, Riset, dan Inovasi Berdaya, Kamis, 21 April 2022.
 
Puji pertama kali mengenyam pendidikan Ilmu Tanah di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1994. Kemudian, enam tahun berikutnya, dia melanjutkan pendidikan Magister Bioproses di kampus yang sama. Barulah pada 2005, dia menekuni bidang Bioteknologi di Seoul National University, Korea Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat memutuskan berkuliah di Korea, Puji mengaku hanya bermodalkan tekad yang kuat. Dia sama sekali tidak memiliki bekal ilmu molekular, bahasa Korea, maupun bahasa Inggris.
 
“Dengan adanya kondisi di lapangan, kita dipaksa untuk adaptasi. Malah sampai 2005, akhirnya keterusan (menetap di Korea),” ungkap dia.
 
Salah satu penelitiannya ialah Kit Deteksi Aren Genjah berbasis marka molekuler. Dalam inovasi ini, Puji menemukan cara membedakan aren genjah dan aren dalam, secara cepat pada biji dan fase bibit, sehingga dapat menghemat waktu.
 
“Petani tidak perlu menunggu pohon aren berbunga sampai minimal 5-6 tahun untuk aren genjah dan 9-10 tahun atau lebih untuk aren dalam,” papar Puji.
 
Temuan itu sekaligus membantu seleksi dini genotipe aren genjah untuk tujuan budidaya atau pemuliaan.
 
Puji juga berhasil menerbitkan lebih dari 155 publikasi ilmiah. Ratusan karya tulis tersebut berupa jurnal, buku, serta prosiding nasional dan internasional.
 
Dia mengaku, penelitian itu tidak bisa dilakukan seorang diri. Diperlukan kerja sama dan kepercayaan antarkolega guna menghasilkan temuan berkualitas. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Teliti Pandemi Flu Burung, Indi Berkontribusi Mengubah Kebijakan Pemerintah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif