Margaret Thatcher. MI
Margaret Thatcher. MI

Mengenal Margaret Thatcher, ‘Wanita Besi’ Pengubah Dunia

Medcom • 20 Mei 2022 20:39
Jakarta: Siapa bilang perempuan tak bisa menjadi pemimpin? Faktanya, banyak kaum hawa yang menjadi petinggi negara dan berhasil membawa perubahan bagi negara tersebut.
 
Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, bisa menjadi salah satu contohnya. Lewat tangan dinginnya, Inggris dikenang dunia sebagai negara yang berjasa dalam mengakhiri Perang Dingin dan meruntuhkan komunisme Uni Soviet.
 
Dia bahkan sampai mendapat julukan ‘wanita besi’ dari media propaganda Uni Soviet. Identitas ini akhirnya terus melekat pada Thatcher.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak cuma itu, masih banyak pencapaian Thatcher yang membawa perubahan signifikan, baik bagi negaranya sendiri maupun dunia. Dikutip dari Zenius, berikut biografi sosok Margaret Thatcher beserta pencapaiannya.

Perjalanan Karier Politik Thatcher

Sedari kecil, Thatcher dikenal sebagai sosok yang gemar belajar. Akhirnya, pada 1943, anak penjual bahan makanan di Lincolnshire itu mendapat beasiswa kuliah di University of Oxford.
 
Dia berkuliah di jurusan Kimia. Sembari menyelesaikan studinya di kelas, Thatcher bergabung dengan forum mahasiswa yang berfokus di bidang politik, Oxford University Conservative Association (OUCA).
 
Sejak saat itulah, Thatcher mulai mencintai dunia politik. Meski begitu, selepas lulus kuliah, dia tetap menjadi peneliti kimia, sebagaimana jurusan yang dia ambil di bangku pendidikan tinggi.
 
Hingga pada 1950, Thatcher memutuskan untuk menekuni dunia politik. Dia mencalonkan menjadi anggota parlemen di daerah pemilihan Dartford, Inggris, lewat Partai Konservatif.
 
Selama dua kali pemilihan, yakni pada 1950-1951, Thatcher memperoleh lebih banyak suara dibandingkan dengan kandidat Partai Konservatif sebelumnya. Sayangnya, perolehan suara tersebut belum berhasil membawanya sampai ke gedung parlemen.
 
Meskipun sudah berkeluarga, Thatcher tetap melanjutkan pendidikannya di sekolah hukum, City Law School. Dia mengikuti ujian pengacara dan lulus pada 1954.
 
Setahun usai lulus dari sekolah hukum, Thatcher kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen daerah pemilihan Finchley. Dia pun akhirnya berhasil menjadi anggota parlemen Inggris.

Peran Thatcher dalam Dunia Politik

Usai mendapat posisi di parlemen daerah, Thatcher pertama kali mengajukan RUU tentang hak media meliput pertemuan pemerintah daerah. Tujuannya, supaya masyarakat bisa memantau anggaran yang digelontorkan pemerintah. 
 
Karier Thatcher kian menanjak setelah 1961. Dari yang semula menjabat wakil sekretaris parlemen di Kementerian Pensiun dan Asuransi Nasional, menjadi sekretaris negara untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dia bahkan juga menjadi pemimpin Partai Konservatif.
 
Sejak jadi pemimpin Partai Konservatif, nama Margaret Thatcher makin dikenal dunia. Pada pidato konferensi pertamanya sebagai pemimpin partai di Brighton tahun 1976, dia mengenalkan liberalisasi ekonomi.
 
Liberasi ekonomi itu memberikan kebebasan pada rakyat untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan mengurangi peran pemerintah dalam mengurusi ekonomi rakyat.
 
Tak lama setelah itu, ketika Perang Dingin terjadi, Thatcher menyebut Uni Soviet sebagai pihak paling berambisi menguasai dunia. Kecaman Thatcher kepada Uni Soviet lantas membuat media propaganda Soviet, Krasnaya Zvezda, menerbitkan artikel yang menjulukinya sebagai ‘wanita besi’.
 
Beberapa tahun setelah itu, Partai Konservatif memenangkan pemilihan. Ini membuat Thatcher diangkat menjadi perdana menteri Inggris pada 4 Mei 1979.
 
Momen itu menjadi hari bersejarah bagi Inggris maupun perempuan di dunia. Bagaimana tidak, Thatcher merupakan perdana menteri perempuan pertama di Inggris dan Benua Eropa.
 
Bukan hanya itu, Thatcher juga menjadi perdana menteri Inggris dengan jabatan terlama, yaitu 11 tahun (1979-1990). Ini merupakan periode terlama seorang PM Inggris menjabat selama abad ke-20.

Kontribusi Thatcher dalam Perubahan Positif di Inggris dan Dunia

Selama 11 tahun memimpin, Thatcher membawa banyak perubahan bagi Inggris. Bahkan, kepemimpinannya juga mengubah peristiwa penting di dunia yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
 
Lantas, perubahan apa sajakah itu? Berikut ulasannya:

1. Thatcherism

Ketika Thatcher mulai memerintah pada 1979, lebih dari satu juta rakyat Inggris menganggur. Mereka yang bekerja justru melakukan mogok kerja, hingga inflasi melonjak sampai 20 persen di tahun berikutnya.
 
Untuk mengatasi persoalan itu, Thatcher mengenalkan kebijakan Thatcherism. Kebijakan itu meliputi pasar bebas, privatisasi, dan menerapkan pajak penghasilan yang rendah.
 
Pasar bebas merupakan kebijakan di mana pemerintah tidak mengatur bisnis dan perekonomian rakyatnya. Alih-alih dikekang, rakyat diberi kebebasan untuk bertanggung jawab dan menjalankan perekonomiannya sendiri. 
 
Sedangkan, privatisasi adalah pengalihan perusahaan yang semula milik pemerintah, menjadi milik pribadi atau swasta. Contohnya, perusahaan seperti British Gas, British Telecom, BritOil, British Aerospace, serta perusahaan air dan listrik.
 
Melalui kebijakan tersebut, rakyat Inggris bisa menjadi pemilik perusahaan hanya dengan menanam saham di perusahaan tersebut. Dengan cara itu, mereka bisa menjual lagi sahamnya dan mendapat keuntungan dengan cepat.
 
Selain itu, Thatcher juga mengeluarkan Undang-Undang Perumahan Tahun 1980. Beleid tersebut mengizinkan penyewa untuk membeli rumah dengan harga yang lebih murah.
 
Akibat peraturan itu, terjadi ledakan permintaan rumah secara besar-besaran. Dua tahun usai Thatcher menjadi perdana menteri, tercatat 5,4 juta orang di Inggris dan Wales memiliki rumah sendiri.

2. Perdamaian Inggris-Irlandia Utara

Pada 1981, Tentara Republik Irlandia (IRA) menyerang militer Inggris dan warga sipil. Mereka merupakan kelompok militan yang memperjuangkan kemerdekaan Irlandia, namun dengan cara kekerasan.
 
Tentara Inggris lantas menangkap anggota IRA dan menjebloskannya ke penjara. Sebagai bentuk pemberontakan, anggota IRA melakukan mogok makan di dalam penjara, sampai memakan korban.
 
Kematian anggota IRA membuat banyak pihak menyalahkan Thatcher. Bahkan, ada anggota IRA yang sempat mencoba membunuhnya di konferensi Partai Konservatif pada 1984.
 
Atas kejadian itu, Thatcher akhirnya menandatangani perjanjian Anglo-Irlandia 1985. Perjanjian tersebut memberikan hak suara untuk Republik Irlandia.
 
Perjanjian ini juga menjadi titik awal Perjanjian Good Friday pada 1998. Good Friday mengarah pada perdamaian antara pemerintah Inggris dan Republik Irlandia Utara.

3. Memenangkan Kepulauan Falkland

Pada April 1982, Argentina menginvasi Kepulauan Falkland. Pulau yang terletak 300 mil dari Argentina ini merupakan daerah jajahan Inggris. 
 
Thatcher pun mengirim pasukan ke Falkland untuk memenangkan kepulauan tersebut. Pada 2 Mei 1982, kapal selam Inggris menenggelamkan kapal Argentina yang berada di dekat Falkland, dan menewaskan lebih dari 300 orang di dalamnya.
 
Setelah itu, pasukan Inggris mendarat di Teluk San Carlos, Falkland Timur. Mereka merebut ibu kota Falkland, Port Stanley, sehingga Inggris pun berhasil memenangkan kembali Kepulauan Falkland.

4. Mengubah Kota London

Sebelum Thatcher memimpin pemerintahan Inggris, ivestor di Inggris hanyalah perusahaan dalam negeri. Enam bulan setelah dirinya terpilih menjadi perdana menteri, pintu bagi pemodal asing terbuka lebar. 
 
Investor dari luar Inggris diperbolehkan untuk menanam saham di negara asal Harry Potter itu. Hingga pada 1986, aturan baru bernama “Big Bang” resmi mengizinkan perusahaan asing untuk berdagang dan menanam saham di Inggris.
 
London pun langsung menjadi pusat keuangan dunia. Kota ini memfasilitasi perdagangan 24 jam nonstop di seluruh dunia. Kala itu, ekonomi London diperkirakan meningkat sebesar 9,4 persen, atau senilai 12 miliar Euro.

5. Berperan dalam Berakhirnya Perang Dingin

Dalam hubungan internasional, Thatcher menjalin ikatan erat dengan Presiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Reagan. Kedua negara ini melawan komunisme Uni Soviet di Perang Dingin.
 
Thatcher juga berjuang memerangi komunisme yang kadung menyebar di Eropa Timur kala itu. Pada 1991, Thatcher menjadi saksi runtuhnya Uni Soviet beserta ideologi sosialis-komunisme. Paham kapitalisme Barat pun menyebar ke seluruh dunia.
 
Demikianlah pembahasan mengenai Margaret Thatcher, si ‘wanita besi’ yang berhasil membawa banyak perubahan bagi dunia. Apakah Sobat Medcom tertarik mengikuti jejaknya? (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Mengulik Sejarah Manusia Purba: Benarkah Berasal dari Kera?
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif