Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Laboratorium Tak Memadai, Mahasiswa Praktikum Modal YouTube

Ilham Pratama Putra • 13 April 2026 15:16
Ringkasnya gini..
  • Praktik yang seharusnya dilakukan langsung masih digantikan dengan menonton video dari Youtube.
  • Penguatan fasilitas laboratorium menjadi bagian dari Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2026.
  • Ketersediaan laboratorium diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.
Jakarta: Keterbatasan fasilitas laboratorium di sejumlah kampus membuat mahasiswa belum mendapatkan pengalaman belajar optimal. Bahkan, praktik yang seharusnya dilakukan langsung masih digantikan dengan menonton video dari YouTube.
 
“Kalau selama ini ada perguruan tinggi, praktik reaksi kimia karena tidak punya lab akhirnya disuruh nonton di YouTube,” beber Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib, di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
 
Dia menilai metode tersebut tidak cukup untuk membangun pemahaman mendalam mahasiswa. Proses pembelajaran dinilai kurang mampu memberikan pengalaman nyata.
 
Baca juga: Terapkan WFH, Rektor IPB Pastikan Tak Ada Learning Loss

“Dia tidak menjalankan sendiri, tidak melaksanakan sendiri. Itu agak kurang menginternalisasi dalam pembelajaran,” ujar dia.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan sarana laboratorium di perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.
 
“Dengan lab yang semakin lengkap, mahasiswa punya kesempatan praktik dengan baik,” ujar Najib.
 
Menurut dia, pengalaman langsung menjadi kunci dalam proses belajar. Mahasiswa perlu mengalami sendiri agar pemahaman lebih kuat.
 
“Yang paling penting pengalaman pembelajarannya semakin baik, karena dia melakukan sendiri,” ujar dia.
 
Baca juga: Lampu Hijau! Bakal Ada Oxford University x ITB di Indonesia

Penguatan fasilitas ini menjadi bagian dari Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2026. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran.
 
“Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman belajar yang utuh, tidak hanya teori,” kata Najib.
 
Selain meningkatkan pemahaman, praktik langsung juga dinilai penting untuk kesiapan kerja. Dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terampil.
 
“Kalau praktiknya kuat, tentu kualitas lulusannya juga meningkat,” ujar dia.
 
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap kesenjangan kualitas antar kampus dapat ditekan. Terutama bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan fasilitas.
 
“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara merata,” ujar Najib.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan