Matahari. DOK
Matahari. DOK

Apa Itu Heat Dome? Mengenal Fenomena Kubah Panas Mematikan yang Melanda Eropa

Bramcov Stivens Situmeang • 01 Juli 2026 16:07
Ringkasnya gini..
  • Heat dome atau kubah panas merupakan fenomena atmosfer ketika massa udara turun ke permukaan, kemudian terkompresi sehingga suhunya semakin meningkat.
  • Kondisi itu menghambat pembentukan awan dan membuat panas terperangkap di suatu wilayah selama berhari-hari.
  • Fenomena heat dome menjadi pengingat ancaman krisis iklim semakin nyata dan dapat memicu cuaca ekstrem dengan dampak serius.
Jakarta: Fenomena heat dome belakangan menjadi sorotan setelah memicu gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa. Dampaknya sangat serius, sekitar 1.300 orang dilaporkan meninggal dunia akibat suhu yang melonjak hingga memecahkan rekor di berbagai negara.
 
Bahkan, Jerman mencatat suhu mencapai 41,7 derajat Celsius, sedangkan Polandia menyentuh 40,5 derajat Celsius. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat dampak krisis iklim kini semakin nyata di berbagai belahan dunia.
 
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan heat dome? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Heat Dome?

Mengutip laman gaw-bariri.bmkg.go.id, heat dome atau kubah panas merupakan fenomena atmosfer ketika massa udara turun ke permukaan, kemudian terkompresi sehingga suhunya semakin meningkat. Kondisi itu menghambat pembentukan awan dan membuat panas terperangkap di suatu wilayah selama berhari-hari.

Fenomena heat dome umumnya diperkuat oleh pola cuaca omega block, yaitu kondisi ketika sistem tekanan tinggi mengunci udara panas di satu lokasi selama beberapa hari. Akibatnya, suhu terus meningkat dan gelombang panas menjadi lebih lama serta lebih ekstrem.
 
Kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu penyebab utama gelombang panas terburuk yang pernah terjadi di Eropa. Namun, mengapa dampaknya bisa begitu mematikan? Berikut sejumlah penyebabnya.

Faktor yang Memperparah Dampak Heat Dome di Eropa

Selain suhu yang sangat tinggi, besarnya jumlah korban jiwa juga dipengaruhi oleh kondisi demografi dan infrastruktur di Eropa. Berikut beberapa faktor yang memperburuk dampaknya.

Penggunaan AC Masih Rendah

Hanya sekitar 19 persen rumah di Eropa yang memiliki pendingin ruangan (AC). Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.
 
Di sisi lain, banyak bangunan tua di Eropa dirancang untuk mempertahankan panas selama musim dingin. Saat gelombang panas datang, bangunan tersebut justru menyimpan panas dan membuat suhu di dalam ruangan semakin tinggi.
 

Populasi Lansia Cukup Besar

Sekitar 22 persen penduduk Uni Eropa berusia 65 tahun ke atas. Kelompok usia lanjut menjadi yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem, termasuk serangan panas fatal (heatstroke).

Kelembapan Tinggi dan Malam Hari Tetap Panas

Udara lembap dari wilayah perairan sekitar Eropa membuat suhu terasa sekitar 5 hingga 10 derajat Celsius lebih panas dibandingkan suhu yang tercatat pada termometer.
 
Selain itu, suhu pada malam hari sering kali tidak mengalami penurunan signifikan. Misalnya, di Prancis suhu malam dapat bertahan di kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius sehingga tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendinginkan diri.

Apakah Heat Dome Bisa Terjadi di Indonesia?  

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena heat dome maupun gelombang panas secara teknis tidak terjadi di Indonesia. Hal itu karena gelombang panas umumnya muncul di wilayah lintang menengah hingga tinggi.
 
Sedangkan, Indonesia berada di kawasan ekuator yang memiliki dinamika atmosfer berbeda dengan perubahan cuaca yang relatif cepat. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa kelembapan udara yang tinggi di wilayah tropis dapat memperbesar risiko ketika suhu meningkat.
 
Kelembapan yang tinggi membuat keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh kesulitan melepaskan panas. Akibatnya, risiko kelelahan akibat panas maupun heatstroke tetap dapat meningkat meskipun suhu tidak setinggi di Eropa.
 
Fenomena heat dome menjadi pengingat ancaman krisis iklim semakin nyata dan dapat memicu cuaca ekstrem dengan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan terhadap risiko suhu ekstrem tetap perlu ditingkatkan, termasuk di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
 
Sobat Medcom, itulah penjelasan mengenai fenomena Heat Dome yang tengah melanda Eropa. Semoga ulasan ini menambah wawasan kamu ya!
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA