Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam kegiatan “Ayo Kenal Unpad, Open Campus 2026” menyatakan nilai TKA akan dipakai sebagai pembanding prestasi akademik dan nilai rapor yang diterbitkan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memperoleh undangan resmi dari universitas. “Kami akan menggunakan nilai TKA sebagai pembanding jika diperlukan,” kata Arief seperti dikutip dari laman resmi Unpad, Selasa, 13 Januari 2026.
Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Prof. Anas, menambahkan sebagai validator, nilai TKA SMA berfungsi untuk memastikan penilaian berlangsung secara wajar dan adil dengan standar yang bersifat nasional. Sejak awal nilai TKA juga bukan penentu kelulusan siswa SMA.
Oleh karenanya, tahun ini Unpad menjadikan nilai TKA sebagai tambahan pertimbangan penilaian jalur prestasi di luar dua parameter utama yakni rapor dan prestasi akademik. Namun, “Kebijakan tersebut wajib dipahami benar karena berbeda setiap universitas. Kemudian kenali materi seleksi dan atur strateginya,” ujar Prof. Anas kembali mengingatkan siswa SMA yang akan mengikuti jalur prestasi.
Sejumlah data mencatat, setiap tahun Unpad memiliki berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Sepanjang periode 2023-2025, mahasiswa baru Unpad yang masuk melalui jalur prestasi berturut-turut mencapai 1.498 orang (2023), 2.636 orang (2024), dan 2.495 orang (2025).
Sebagai informasi, pada November 2025 lebih dari 3,5 juta siswa kelas akhir SMA/SMK mengikuti TKA yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Meski bersifat sukarela dan tidak menentukan kelulusan, animo siswa untuk mengikuti TKA sangat besar. Hal ini tak lepas dari berbagai manfaat yang bisa diperoleh para siswa saat mengantongi nilai TKA.
Selain sebagai tambahan (validator) nilai rapor dalam penilaian jalur prestasi, nilai TKA juga bisa digunakan sebagai syarat pendaftaran bagi para siswa yang berniat sekolah di luar negeri. Khusus siswa SMK, TKA juga bisa menjadi nilai tambah untuk berkompetisi di dunia kerja. Bagi pemerintah dan sekolah, nilai TKA juga menjadi salah satu parameter yang objektif untuk mengukur kualitas pendidikan nasional dan daerah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News