Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka.

Dari Gerakan Kepanduan Hingga Lahirnya Pramuka Indonesia, Inilah Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus

Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Agustus 2026 15:04
Ringkasnya gini..
  • Lahirnya gerakan pramuka pun telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan nonformal bagi generasi muda Indonesia.
  • Organisasi kepanduan di Indonesia berkembang aktif hingga mencapai 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).
  • Pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka ditetapkan dan diumumkan kepada masyarakat dalam upacara yang berlokasi di Istana Negara.

Jakarta: Gerakan pramuka di Indonesia tidak serta merta muncul dan lahir begitu saja. Ada proses panjang yang telah dilalui sehingga organisasi kepemudaan ini lahir dan tumbuh untuk menciptakan pemuda Indonesia menjadi pribadi yang disiplin dan berintegritas. 

Organisasi kepanduan ini berawal dari gerakan pendidikan kepanduan yang muncul dan berkembang sejak zaman Hindia-Belanda hingga ditetapkannya organisasi kepanduan resmi di Indonesia bernama Pramuka pada 14 Agustus 1961.
 
Tak heran jika masyarakat Indonesia mengadakan hari peringatan pramuka setiap tanggal 14 Agustus. Momentum peringatan ini dirayakan dengan melakukan berbagai kegiatan yang beragam seperti upacara, perkemahan, hingga kegiatan sosial. 

Lahirnya gerakan pramuka pun telah menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan nonformal bagi generasi muda Indonesia. Perjalanan panjang yang telah dilalui oleh para pendahulu dalam organisasi ini menjadi alasan mengapa setiap tanggal 14 Agustus ini penting untuk diperingati sebagai Hari Pramuka. 

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka di Indonesia

Berdasarkan situs pramuka.or.id, gerakan pramuka telah muncul sejak tahun 1912 yang ditandai dengan dimulainya latihan sekelompok pandu yang merupakan cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di Batavia. Cabang yang menjadi inisiasi kelahiran organisasi kepanduan di Indonesia ini kemudian disahkan untuk mandiri dan berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia-Belanda setelah dua tahun berdiri dan sebagian besar beranggotakan para keturunan Belanda. 

Pada 1916, pemimpin Keraton Solo, Mangkunegaran VII, mendirikan suatu organisasi kepanduan yang berisikan pribumi bernama Javaansche Padvinders Organisatie. Organisasi ini memicu kemunculan organisasi kepanduan lain berbasis agama, suku, dan lainnya, diantaranya Padvinder Muhammadiyah, Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling, Kepanduan Asas Katolik Indonesia, dan masih banyak lagi. 

Aktifnya kepanduan di Indonesia ini menarik perhatian Bapak Pandu Sedunia, Lord-Baden Powell yang kemudian melakukan kunjungan terhadap organisasi kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya. Sebelum kunjungan ini kepanduan Indonesia memiliki kesempatan mengikuti Jambore Kepanduan Sedunia pada tahun 1933 di Hungaria meskipun hanya sebatas kunjungan delegasi kecil. Kunjungan delegasi besar pada Jambore dunia baru dapat terlaksana pada tahun 1937 di Belanda.
 
Melalui partisipasi jambore inilah jambore di Indonesia pun mulai dilakukan di beberapa tempat, seperti berlangsungnya Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem di Yogyakarta pada 19-23 Juli 1941.


Organisasi kepanduan di Indonesia berkembang aktif hingga mencapai 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo). Namun, masih banyak kelompok perkumpulan yang dilakukan diluar Perkindo dan memunculkan rasa golongan yang tinggi sehingga membuat Perkindo kesulitan dan lemah. Maka diri itu, muncullah inisiasi untuk meleburkan organisasi kepanduan di Indonesia ke dalam satu wadah. 
 
 

Presiden Soekarno bersama Pandu Agung Sri Sultan Hamengkubuwono IX memprakarsai gerakan peleburan ini yang dimulai pada tanggal 9 Maret 1961 dengan melakukan peresmian nama Pramuka dan menjadi Hari Tunas Gerakan Pramuka. Dari peresmian ini, terbitlah Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka pada 20 Mei 1961.
 
Hingga pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka ditetapkan dan diumumkan kepada masyarakat dalam upacara yang berlokasi di Istana Negara. Panji Gerakan Pramuka pun diserahkan oleh Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang kemudian dilantik sebagai Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Sejak saat itu dan seterusnya, tanggal 14 Agustus ditetapkan menjadi Hari Pramuka.

Tingkatan Anggota Pramuka 

Bagi para remaja yang sudah mengikuti pramuka sejak masa sekolah mungkin mengetahui bahwa nama “Pramuka” merupakan singkatan dari “Praja Muda Karana” yang berarti Orang Muda yang Suka Berkarya. Pastinya sudah familiar pula bahwa dalam sistem keanggotan pramuka, ada tingkatan sesuai dengan usia para anggotanya.

Pramuka Siaga (7-10 tahun)

Tingkatan: mula, bantu dan tata
 
Pramuka Penggalang (11-15 tahun)

Tingkatan: Ramu, rakit, terap

Pramuka Penegak (16-20 tahun)

Tingkatan: Bantara dan laksana

Pramuka Pandega (21-25 tahun)

Tingkatan: Senior Rover

Kepramukaan merupakan proses belajar di luar lingkungan sekolah dan keluarga yang dilakukan di alam terbuka dengan berasaskan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan untuk membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur. 
 
(Vira Farhatul Maula)


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan