Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: gontor.ac.id
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: gontor.ac.id

Profil Pondok Modern Darussalam Gontor: Sejarah, Falsafah, dan Sistem Pendidikan Pesantren yang Genap 100 Tahun

Ilham Pratama Putra • 21 September 2026 12:04
Ringkasnya gini..
  • Berdiri sejak 20 September 1926 oleh Trimurti, Gontor berkembang dari pesantren lokal hingga memiliki puluhan kampus cabang.
  • Memakai sistem KMI yang memadukan 100% ilmu agama dan 100% pengetahuan umum untuk membentuk karakter serta kader pendidik Islam.
  • Gontor diwakafkan untuk umat Islam sejak 1958 dan berpegang pada prinsip Panca Jiwa, Panca Jangka, serta motto berbudi tinggi.
Jakarta: Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Berdiri sejak 1926, Gontor berkembang dari lembaga pendidikan berbasis pesantren menjadi institusi pendidikan dengan jaringan kampus putra dan putri di sejumlah daerah.

Pesantren ini tengah ramai dibahas usai peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada momentum itu, Pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal paling mencuri perhatian lewat pidatonya yang santai namun memiliki makna mendalam.

Pondok yang berada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini didirikan oleh tiga bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Trimurti. Ketiganya yakni K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi.

Gontor juga memiliki sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran agama dan ilmu umum. Salah satu ciri utama pendidikannya adalah adalah Kulliyatu-l Mu'allimin al-Islamiyah (KMI), yaitu sistem pendidikan atau kurikulum yang dirancang untuk membentuk kader pendidik Islam.

Lantas, bagaimana sejarah Gontor dan seperti apa sistem pendidikan yang diterapkan? Berikut profil Pondok Modern Darussalam Gontor.

Profil Pondok Modern Darussalam Gontor

Sejarah Pondok Modern Darussalam Gontor

Sejarah Gontor memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan tahun pendiriannya. Cikal bakal pesantren ini dapat ditelusuri hingga Pondok Tegalsari yang berdiri sejak abad ke-18.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut hingga akhirnya Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada 20 September 1926 atau 12 Rabiul Awal 1345 Hijriah. Pondok ini didirikan oleh tiga bersaudara, K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi yang kemudian dikenal sebagai Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Salah satu tonggak penting dalam perkembangan pendidikan Gontor terjadi pada 19 Desember 1936. Pada tanggal tersebut, K.H. Imam Zarkasyi mendirikan Kulliyatu-l Mu'allimin al-Islamiyah atau KMI. KMI merupakan pendidikan menengah selama enam tahun yang dirancang untuk membentuk tenaga pendidik Islam dengan sistem pendidikan pesantren.

Gontor kemudian memasuki babak penting pada 12 Oktober 1958. Para pendiri mewakafkan pondok kepada umat Islam sehingga pengelolaan Gontor tidak menjadi milik pribadi keluarga pendiri.

Amanat wakaf tersebut kemudian diwakili 15 anggota Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) yang menjadi Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

Perkembangan pendidikan Gontor berlanjut dengan berdirinya Perguruan Tinggi Darussalam pada 17 November 1963. Lembaga pendidikan tinggi tersebut kemudian berganti nama menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) pada 1996.

Dalam perkembangan berikutnya, Gontor juga memiliki Universitas Darussalam Gontor sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tingginya.

Setelah K.H. Imam Zarkasyi wafat pada 21 April 1985, Badan Wakaf menetapkan tiga pimpinan baru untuk meneruskan kepemimpinan pondok. Mereka adalah K.H. Shoiman Luqmanul Hakim, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., dan K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Sistem Pendidikan Gontor

Salah satu ciri utama pendidikan Gontor adalah Kulliyatu-l Mu'allimin al-Islamiyah (KMI). Sistem pendidikan ini memadukan pendidikan agama dan pengetahuan umum dalam lingkungan pesantren.

Dalam sistem KMI, komposisi pembelajaran ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama sama-sama mendapat porsi 100 persen. Gontor juga memandang kegiatan pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas.

Kegiatan santri di dalam maupun di luar kelas ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di Gontor tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari santri.

Kurikulum KMI juga telah memperoleh sejumlah bentuk pengakuan dari lembaga pendidikan maupun pemerintah. Di antaranya pengakuan dari Mesir pada 1957, Arab Saudi pada 1967, University of the Punjab Lahore pada 1991, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI pada 1998, serta Kementerian Pendidikan Nasional RI pada 2000.

Visi dan Misi Gontor

Dalam penyelenggaraan pendidikannya, Gontor memiliki visi sebagai lembaga yang mencetak kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah dalam menuntut ilmu, serta sumber pengetahuan Islam, bahasa Al-Qur'an, dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap mempertahankan jiwa pesantren.

Sementara itu, misi Gontor mencakup pembentukan generasi unggul menuju khaira ummah. Gontor juga menekankan pembelajaran ilmu agama dan ilmu umum secara seimbang untuk melahirkan ulama yang memiliki wawasan intelektual.
Selain itu, pendidikan Gontor diarahkan untuk membentuk warga negara yang beriman dan bertakwa.

Falsafah Pendidikan Gontor

Gontor memiliki sejumlah prinsip yang menjadi dasar kehidupan pendidikan di pesantren. Prinsip tersebut dikenal melalui Motto, Panca Jiwa, dan Panca Jangka.

Motto Gontor

  • Berbudi tinggi
  • Berbadan sehat
  • Berpengetahuan luas
  • Berpikiran beba

Panca Jiwa Gontor

Panca Jiwa menjadi lima nilai dasar yang ditanamkan dalam kehidupan pesantren, yaitu:
  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Berdikari
  • Ukhuwah Islamiyah
  • Jiwa bebas

Panca Jangka Gontor

Sementara itu, Panca Jangka menjadi landasan pengembangan pondok yang mencakup:
  • Pendidikan dan pengajaran
  • Kaderisasi
  • Pergedungan
  • Pengadaan sumber dana
  • Kesejahteraan keluarga pondok

Kampus Gontor

Dalam perkembangannya, Gontor tidak hanya menjalankan pendidikan di kampus pusat. Situs resmi Gontor mencantumkan sejumlah kampus cabang untuk pendidikan putra dan putri.

Kampus putra terletak di Kampus 2 hingga Kampus 12. Sementara itu, pendidikan putri mencakup Kampus 1 hingga Kampus 8.

Pusat Pondok Modern Darussalam Gontor berada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dengan sejarah yang dimulai sejak 1926, sistem KMI, serta prinsip pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, Gontor terus mengembangkan model pendidikan pesantrennya hingga saat ini.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan