Jakarta: Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Pemerintah pusat dan daerah mempercepat vaksinasi anak dan guru. P2G berharap, pemerintah memprioritaskan vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang berada di luar Jawa-Bali.
Sebab, jika sekolah memenuhi syarat baik dari aspek Daftar Periksa, pemetaan kondisi covid-19 di daerahnya, maupun izin orang tua, maka siswa di luar Jawa-Bali dapat saja memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas terlebih dahulu.
"Jangan sampai mereka belum divaksinasi, tetapi Pemda sudah menetapkan PTM Terbatas, tentu ini sangat berisiko," terang Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, Jumat, 2 Juli 2021.
Satriwan mengapresiasi langkah pemerintah, Kementerian Kesehatan dan BPOM yang memberikan izin vaksinasi pada anak usia 12-17 tahun. Usia 12-17 tahun pada umumnya usia sekolah di jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.
Sudah hampir 1,5 tahun para siswa di rentang usia ini tidak dapat bersekolah normal melalui pembelajaran tatap muka. Sementara skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang memaksa siswa harus belajar dari rumah selama pandemi covid-19 ini harus diakui sangat tidak optimal.
"Dengan adanya vaksinasi anak termasuk guru, diharapkan dapat membantu persiapan pelaksanaan PTM Terbatas ke depan," kata Satriwan.
Baca juga: P2G: Masih Banyak Orang Tua Tak Izinkan Anaknya Divaksinasi
Guru SMA di Jakarta ini melanjutkan, P2G mendukung jajaran Pemda, agar gencar melakukan vaksinasi kepada siswa di daerah masing-masing. Seperti yang sudah dimulai secara simbolis di DKI Jakarta.
?Sementara itu pantauan jaringan P2G daerah melaporkan, proses vaksinasi guru dan tenaga kependidikan masih relatif lambat di daerah. Awal Juni 2021, vaksinasi guru dan tendik di provinsi Aceh baru sekitar 2 persen. Awal Juli ini, diperkirakan baru sekitar 50 persen guru divaksinasi, itu pun masih di vaksinasi tahapan pertama.
"Begitu juga di Kepulauan Riau, Sumut, Sumbar, Kaltim, Sulut, dan NTB," ungkap Satriwan.
Sementara itu pantauan jaringan P2G daerah melaporkan, proses vaksinasi guru dan tenaga kependidikan masih relatif lambat di daerah. Awal Juni 2021, vaksinasi guru dan tendik di provinsi Aceh baru sekitar 2 persen. Awal Juli ini, diperkirakan baru sekitar 50 persen guru divaksinasi, itu pun masih di vaksinasi tahapan pertama.
"Begitu juga di Kepulauan Riau, Sumut, Sumbar, Kaltim, Sulut, dan NTB," ungkap Satriwan.
Vaksin untuk Indonesia
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan