Wamendiktisaintek Stella Christie. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Wamendiktisaintek Stella Christie. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Dampak AI, Lulusan Ilmu Komputer di Amerika Mulai Susah Dapat Pekerjaan

Ilham Pratama Putra • 23 Juli 2026 22:44
Ringkasnya gini..
  • Stella menyebut lulusan Computer Science mulai terdampak AI.
  • AI dinilai mampu mengerjakan coding lebih murah dan cepat.
  • Mahasiswa diminta membangun kompetensi yang tak mudah digantikan AI.
Riau: Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga mulai menggeser kebutuhan industri terhadap sejumlah profesi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan lulusan ilmu komputer atau computer science di sejumlah negara kini mulai menghadapi tantangan baru akibat kemampuan AI yang semakin berkembang.
 
Menurut Stella, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. Mahasiswa justru perlu membangun kemampuan yang tidak mudah digantikan AI agar tetap relevan ketika teknologi mengambil alih semakin banyak pekerjaan.
 
"Saya ada berita buruk, tapi ini saya berikan berita buruknya supaya adik jangan kecil hati, tapi supaya adik bisa mengambil langkah pada saat ini," kata Stella dalam acara Tanoto Scholars Gathering 2026, di Pangkalan Kerinci, Kamis 23 Juli 2026.
 
Baca juga: 17 Universitas di Indonesia yang Punya Jurusan AI: Ada UI, ITS hingga Binus!  

Stella mengatakan fenomena tersebut sudah mulai terlihat di Amerika Serikat. Ia menyebut lulusan Computer Science yang beberapa tahun lalu menjadi salah satu talenta paling diburu perusahaan, kini mulai menghadapi kesulitan memasuki dunia kerja karena banyak tugas pemrograman dapat diselesaikan AI dengan biaya lebih murah.

"Di Amerika Serikat lulusan Computer Science tidak punya pekerjaan. Kenapa? Karena pakai AI untuk coding jauh lebih murah, manusianya tidak pernah tidur, tidak pernah istirahat, dan lebih jago dari manusia," ujar Stella.
 
Meski demikian, ia menilai informasi itu justru perlu diketahui sejak dini. Agar mahasiswa dapat menyiapkan kompetensi yang lebih adaptif dibanding hanya mengandalkan kemampuan teknis yang kini mulai dapat diotomatisasi AI.
 
Menurut dia, perubahan kebutuhan industri merupakan konsekuensi dari kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai kemampuan apa yang tetap menjadi keunggulan manusia ketika AI semakin pintar dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan.
 
Stella mengingatkan universitas tidak boleh hanya mengejar penguasaan teknologi AI semata. Ia menilai pendidikan tinggi justru harus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menciptakan pengetahuan baru, karena inovasi merupakan fungsi utama perguruan tinggi yang tidak boleh hilang di tengah pesatnya perkembangan AI.
 
"Tujuan universitas adalah inovasi. Tetapi yang kita lihat sekarang memang AI pun bisa menciptakan pengetahuan, sehingga kita harus bertanya pengetahuan seperti apa yang akan diciptakan manusia dan pengetahuan seperti apa yang akan diciptakan AI," katanya.
 
Ia menambahkan mahasiswa juga perlu mulai memikirkan posisi yang akan diambil di masa depan ketika AI mampu menghasilkan desain, menulis kode, hingga menciptakan berbagai bentuk pengetahuan baru. Menurut Stella, manusia harus mampu menghasilkan nilai tambah yang berbeda agar tidak sekadar menjadi pelengkap bagi sistem AI.
 
Baca juga: Lulusan Peternakan Jadi Apa? Ini 15 Prospek Kerja, Gajinya Tembus Miliaran Rupiah!  

"Kalau adik-adik tidak mampu menciptakan pengetahuan yang berbeda dari AI, tentu saja adik-adik akan digantikan oleh AI. Jadi kita harus sungguh-sungguh bertanya, apa peran manusia?" ujarnya.
 
Stella menegaskan AI seharusnya dipandang sebagai pendorong transformasi pendidikan tinggi. AI kata dia bukanlah ancaman yang harus dihindari. 
 
"Jadi adik-adik semua, mahasiswa mulai mempersiapkan diri dengan kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan menghasilkan pengetahuan baru yang tidak mudah direplikasi oleh teknologi," pungkas dia. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan