Wisuda. DOK Medcom
Wisuda. DOK Medcom

Prioritas Beasiswa STEM Bakal Imbangi Lulusan Soshum yang Sudah Kebanyakan

Ilham Pratama Putra • 20 Januari 2026 16:33
Jakarta: Pakar pendidikan Universitas Paramadina, Totok Amin, berharap prioritas pemerintah dalam memberikan beasiswa studi bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) berjalan baik. Menurutnya, hal ini akan menjadi penyeimbang lulusan SDM di Indonesia.
 
Menurut Totok, prioritas terhadap pemberian beasiswa studi STEM akan memperbanyak lulusan dengan kemampuan STEM. Sehingga, lulusan bidang Sosial Humaniora (Soshum) di Indonesia tidak lagi menjadi mayoritas.
 
"Kita sudah memiliki banyak lulusan Doktor bidang Soshum, malah mungkin kebanyakan. Semoga dengan switch ke mayoritas STEM, kita dapat memperkuat langkah bersama dalam menuju kemandirian bangsa dalam penguasaan teknologi," kata Totok kepada Medcom.id, Selasa, 20 Januari 2026.

Setelah jumlah lulusan STEM dan Soshum berimbang, Totok mengingatkan agar lulusan diakomodir untuk berjalan berdampingan. Dia mengatakan perlu ada sinergi dan kolaborasi antara lulusan STEM dan Soshum.
 
"Justru yang harus disiapkan berikutnya adalah kemampuan sinergi dan kolaborasi antara STEM dan Soshum tersebut. Kita selama ini pincang, karena Soshum lebih banyak dan maju, sedangkan support di sisi STEM kurang," kata Doktor Bidang Kurikulum dan Pembelajaran Boston University itu.  
 
Ia mencontohkan bagaimana lulusan STEM dan Soshum bisa berkolaborasi dengan baik, misalnya pembuatan aplikasi media sosial Facebook.
 
"Aplikasi Facebook itu sebagai contoh. Ide awalnya bisa dari Soshum, tetapi yang mewujudkan dalam bentuk software dan hardware adalah mereka yang menguasai STEM. Oleh sebab itu, studi lintas disiplin juga harus didorong ke depannya agar tidak ada lagi dikotomi STEM atau Soshum," jelasnya.
 
Totok mengatakan dunia pendidikan tinggi sudah berubah dan bergerak dengan cepat. Sehingga penguasaan ilmu lintas disiplin ini harus berjalan berdampingan.
 
"Sehingga keperluan penguasaan ilmu akan menuju ke kemampuan lintas disiplin ilmu," tegas dia. 
 
Presiden RI Prabowo Sunianto memerintahkan agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan prioritas beasiswa kepada mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Bahkan, 80 persen beasiswa LPDP harusnya dapat diberikan kepada mahasiswa yang belajar di bidang tersebut.
 
"Beliau (Prabowo) memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
 
Selain itu, pemerintah terus berupaya memperluas ketersediaan beasiswa untuk meringankan beban para mahasiswa. Bahkan, Prabowo menyatakan perlunya penghitungan ulang anggaran beasiswa agar penerima beasiswa semakin banyak.
 
"Mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," sebut Prasetyo.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan