"Ilmu sains dan teknologi yang ada dalam STEM itu sangat vital buat kita sebagai bangsa. Kebijakan ini seharusnya sudah diterapkan sejak LPDP berdiri," kata Totok kepada Medcom.id, Selasa, 20 Januari 2026.
Namun, dia tak masalah bila hal itu baru bisa dijalankan sekarang ketimbang tak ditetapkan sama sekali. "Tetapi tidak apa-apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ujar dia.
Totok menyebut anak-anak zaman sekarang harus menguasai STEM. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada visi bangsa.
"Anak-anak kita harus menguasai STEM untuk kepentingan bangsa yang lebih strategis," ujar Doktor bidang Kurikulum dan Pembelajaran Boston University itu.
Dia mengatakan ke depan Indonesia akan mampu memegang berbagai bidang strategis, termasuk menyelesaikan persoalannya dengan penguasaan STEM. "Terutama untuk menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dalam menghadapi krisis pangan, energi, dan bencana iklim saat ini," ujar dia.
Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan prioritas beasiswa kepada mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Bahkan, 80 persen beasiswa LPDP harusnya dapat diberikan kepada mahasiswa yang belajar di bidang tersebut.
"Beliau (Prabowo) memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Selain itu, pemerintah terus berupaya memperluas ketersediaan beasiswa untuk meringankan beban para mahasiswa. Bahkan, Prabowo menyatakan perlunya penghitungan ulang anggaran beasiswa agar penerima beasiswa semakin banyak.
"Mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," sebut Prasetyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News