Presiden Prabowo Subianto. DOK YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto. DOK YouTube Sekretariat Presiden

Prabowo Minta LPDP Berikan 80% Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa STEM

Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2026 15:15
Jakarta: Presiden RI Prabowo Sunianto memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan prioritas beasiswa kepada mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Prabowo ingin 80 persen beasiswa LPDP diberikan kepada mahasiswa yang belajar di bidang tersebut.
 
"Beliau (Prabowo) memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen," beber Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
 
Pemerintah juga terus berupaya memperluas ketersediaan beasiswa. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban para mahasiswa.

Bahkan, Prabowo menyatakan perlunya penghitungan ulang anggaran beasiswa agar penerima beasiswa semakin banyak. "Mencoba menghitung ulang, memformulasikan ulang bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa," sebut Prasetyo.
 
Saat ini, dari 9,9 juta mahasiswa, baru 1,1 juta di antaranya mendapatkan bantuan beasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Pemerintah juga terus berupaya memajukan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.
 
"Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa,” kata Prasetyo. 
 
Pembicaran ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan sejumlah guru besar di Istana Kepresidenan. "Tapi mohon maaf mungkin kali ini memang agendanya tertutup, karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis oleh Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," kata Prasetyo. 
 
Sebanyak 1.200 rektor dan guru besar bidang sosial dan hamaniora diundang oleh Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini menegaskan komitmen Kepala Negara menjadikan pendidikan sebagai faktor kunci dan fondasi utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045.
 
Prasetyo menyebut pemerintah tengah berupaya meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan. Termasuk perguruan tinggi, baik dalam hal sarana dan prasarana maupun kualitas dosen dan tenaga pendidiknya.
 
Salah satu permintaan Prabowo dalam pertemuan itu adalah keinginan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter. Saat ini, Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter.
 
"Diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita yang berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribuan,” ungkap dia. 
 
Pertemuan ini turut menegaskan komitmen pemerintah menempatkan pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia. Utamanya sebagai pilar utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
 
“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Prasetyo. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan