Namun, hari ini MPLS dan aktifitas belajar kembali dimulai seperti biasa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan saat ini seluruh siswa, termasuk siswa baru dapat mengikuti kembali kegiatan MPLS.
"Tadi saya kesana langsung bertemu dengan anak-anak, didampingi oleh kepala dinas pendidikan, juga oleh para guru, semuanya mengikuti MPLS dengan gembira, mengikuti dengan ceria dan tidak ada sama sekali terkesan rasa takut dan sebagainya di antara para murid, orang tua dan guru," kata Mu'ti di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.
Lebih lanjut, setelah diselidiki, pelaku teror bom di sekolah tersebut ternyata merupakan salah satu wali murid. Mu'ti pun menerangkan jika pelaku hanya iseng melakukan teror.
| Baca juga: MPLS 2026 SMA Labschool Kebayoran: OSIS dan MPK Susun Acara Sejak Sebulan Lalu |
"Setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian itu hanya ya iseng sajalah begitu. Tidak terbukti dan juga sudah diidentifikasi pelakunya," kata Mu'ti.
Namun, ia menerangkan jika motifnya pelaku masih terus didalami. "Sekarang masih dalam proses untuk didalami apa motifnya," imbuh dia.
Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 14 Juli 2026, seorang pria berinisial MY tak berkutik saat dibekuk oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror, dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan di kediamannya.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel yang digunakan untuk menyebarkan pesan teror ancaman bom di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah.
Fakta ironis terungkap usai penangkapan. MY diketahui merupakan orang tua dari salah satu siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa pelaku bahkan sempat datang langsung ke sekolah untuk menjemput anaknya usai mengirimkan ancaman tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, MY berdalih bahwa aksi nekatnya itu dilakukan hanya karena iseng semata. Meski demikian, tim penyidik masih terus mendalami motif sebenarnya di balik tindakan pelaku.
Diketahui pesan ancaman bom itu dikirimkan ketika para siswa dan guru tengah mengikuti kegiatan upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Merespons teror tersebut, Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung diterjunkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah. Setelah proses penyisiran selesai, petugas memastikan lokasi aman karena tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan lainnya.
| Baca juga: 7 Hal Penting di MPLS Ramah 2026: Tak Cuma Pengenalan, Ada Cek Kesehatan Gratis |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda