Kekeringan. DOK Medcom
Kekeringan. DOK Medcom

Fakta El Nino yang Perlu Diketahui, BMKG: Musim Kemarau Belum Tentu Karena Ini

Bramcov Stivens Situmeang • 14 Juli 2026 13:22
Ringkasnya gini..
  • BMKG menegaskan tidak semua musim kemarau di Indonesia disebabkan oleh fenomena El Nino.
  • El Nino terjadi akibat pemanasan suhu laut Pasifik dengan siklus kemunculan 2 hingga 7 tahun sekali.
  • El Nino kategori kuat baru terjadi 4 kali di Indonesia, yakni pada tahun 1982, 1997, 2015, dan 2023.
Jakarta: Selama ini banyak orang menganggap setiap musim kemarau di Indonesia pasti disebabkan oleh El Nino. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
 
Fenomena El Nino memang dapat memengaruhi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat El Nino berkategori kuat baru terjadi sebanyak empat kali sejak 1982 di Indonesia.
 
Sebelum membahas lebih dalam, ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu dengan fenomena satu ini. Simak selengkapnya.

Apa Itu El Nino?

Melansir laman bmkg.go.id, El Nino merupakan fenomena ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dibandingkan dengan kondisi normal. Kondisi itu menyebabkan pembentukan awan hujan bergeser menjauh dari Indonesia sehingga curah hujan di sejumlah wilayah berpotensi berkurang.

Berikut ini fakta-fakta terkait El Nino dikutip dari akun Instagram @infobmkg:

Fakta-fakta El Nino

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti "anak laki-laki". Istilah ini pertama kali digunakan oleh para nelayan di Peru karena fenomena tersebut umumnya muncul menjelang perayaan Natal.
 
El Nino bukan fenomena yang muncul setiap tahun. BMKG menjelaskan siklus kemunculannya berkisar antara dua hingga tujuh tahun sekali.
 
Ketika terjadi, musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia berpotensi berlangsung lebih kering dibandingkan dengan kondisi normal. Berangkat dari pemahaman tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak keliru mengaitkan setiap musim kemarau dengan El Nino.
  BMKG mencatat El Nino berkategori kuat baru terjadi pada empat periode, yakni:
  • Tahun 1982
  • Tahun 1997
  • Tahun 2015
  • Tahun 2023

Pada empat periode tersebut, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia mengalami penurunan cukup signifikan, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Dampaknya, musim kemarau di wilayah-wilayah tersebut menjadi jauh lebih kering dibandingkan kondisi normal.
 
Meski begitu, BMKG menjelaskan El Nino berkategori kuat tidak selalu berbanding lurus dengan kekeringan parah di seluruh Indonesia. Tingkat dampaknya dapat berbeda-beda di setiap daerah, bergantung pada kondisi klimatologis serta ketersediaan sumber air masing-masing wilayah.
 
Karena itu, BMKG terus memantau perkembangan iklim secara berkala agar masyarakat maupun pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini apabila potensi dampak El Nino mulai meningkat. Memahami fakta-fakta mengenai El Nino menjadi penting agar masyarakat tidak mudah panik maupun salah memahami kondisi musim kemarau.
 
Dengan informasi yang tepat, upaya mitigasi terhadap potensi kekeringan pun dapat dilakukan lebih dini dan lebih baik. Sobat Medcom, itulah penjelasan mengenai fenomena El Nino yang bisa menambah wawasan kamu. Semoga membantu ya!
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA