Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Buka Konsolnas Dikdasmen 2026, Menteri Abdul Mu'ti: 6 Kali 6, 4 Kali 4?

Ilham Pratama Putra • 09 Februari 2026 17:33
Ringkasnya gini..
  • Konsolnas Dikdasmen 2026 digelar untuk melihat kembali program pada 2025 dan mendukung berbagai program pendidikan sepanjang tahun ini.
  • Capaian 2025 mesti menjadi fondasi penting untuk memperkuat akselerasi, ekstensifikasi, dan intensifikasi program pendidikan ke depan.
Depok: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Acara dibuka dengan sebuah pantun.
 
Pantun tersebut mengingatkan peserta yang hadir pada Roby Tremonti, sosok yang diduga adalah 'Bobby', tokoh dalam memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen karya aktris Aurelie Moeremans. Roby menjadi viral karena memberikan klarifikasi dengan memberi pertanyaan hitung-hitungan.
 
Mu’ti menarik perhatian peserta dengan pantun hitungan. Ia menyebut sebagai pantun numerasi.

"Saya akan membuka dengan pantun, pantun ini pantun numerasi," kata Mu'ti dalam Konsolnas Dikdasmen 2026 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Senin, 9 Februari 2026.
 
"Enam kali enam?" tanya Mu’ti dari podium.
"36," jawab peserta.
"Empat kali empat?" tanya Mu'ti lagi.
"16," sahut para peserta.
"Saya mulai dengan salam, tolong dijawab dengan ikhlas," ujar Mu'ti menutup pantunnya. 
 
Abdul Mu'ti mengatakan pantun ini penegasan penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi pendidikan dasar dan menengah. "Pantun numerasi ini bukan sekadar pembuka, tapi pengingat bahwa kemampuan dasar seperti berhitung dan memahami angka harus menjadi perhatian bersama,” ujar Mu’ti.
Konsolnas Dikdasmen 2026 digelar untuk melihat kembali program yang sudah berjalan pada 2025. Kemudian, membangun komitmen bersama untuk mendukung berbagai program pendidikan sepanjang tahun ini. 
 
Menurutnya, capaian 2025 mesti menjadi fondasi penting untuk memperkuat akselerasi, ekstensifikasi, dan intensifikasi program pendidikan ke depan. Hal itu termasuk penguatan kebijakan literasi, numerasi, dan pembelajaran bermakna di sekolah.
 
Sebelumnya, Roby memberi klarifikasi saat dirinya dikaitkan dengan tindakan child grooming kepada Aurelie. Namun, klarifikasi tersebut berubah pembahasan ke hal yang tak terduga. 
 
Ia mendadak membahas hitung-hitungan matematika, yang menurutnya menjadi bukti dirinya berpikir logis dan berada dalam kondisi waras. Namun, analogi yang disampaikan justru dinilai membingungkan dan tidak relevan dengan pokok persoalan.
 
"Masuk akal? That's simple. Satu tambah satu sama dengan dua, sebelas kali sebelas 121, dua belas kali dua belas 144, delapan kali delapan enam kali empat, yang waras ya enggak boleh dipelintir," kata Roby.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan