Ilustrasi ibu menyusui. DOK Medicalnewstoday
Ilustrasi ibu menyusui. DOK Medicalnewstoday

Ibu, Jangan Terkecoh, Ini Mitos dan Fakta Seputar ASI

Renatha Swasty • 11 Agustus 2022 10:41
Jakarta: Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Terutama dalam pemenuhan gizi melalui ASI.
 
Namun, banyak informasi di masyarakat terkait ASI yang belum tentu kebenarannya. Mitos-mitos seputar ASI ini membuat ibu terkadang jadi salah mengambil langkah.
 
Konselor ASI dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Leilya Elvizahro, memaparkan sejumlah hal soal ASI termasuk mitos dan fakta yang beredar di masyarakat. Hal itu disampaikan pada seminar bertemakan ‘Menyusui dan Bekerja, Antara Ekspektasi dan Realitas’ dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mitos pertama soal “jangan makan ikan, nanti ASI-nya amis”. Leilya menegaskan hal tersebut adalah mitos. Leilya menjelaskan ASI secara umum tidak memiliki aroma, artinya makanan yang dikonsumsi ibu tidak memengaruhi aroma ASI yang dihasilkan.
 
Sebaliknya, mengonsumsi ikan sangat dianjurkan untuk ibu menyusui. Sebab, ikan mengandung protein dan asam lemak yang dibutuhkan oleh ibu. Leilya menduga ASI yang ditemukan berbau amis disebabkan cara penyimpanan ASI perah yang kurang tepat.
 
Mitos kedua terkait “ibu menyusui tidak boleh minum kopi”. Leilya mengatakan hal tersebut juga mitos. Leilya mengatakan ibu yang menyusui aman mengonsumsi kopi. Namun, dibatasi <300 mg per hari (atau setara 2 cangkir kopi).  
 
Ketiga terkait “menyusui bikin ibu cepat lapar dan haus”. Leilya mengatakan hal tersebut fakta.
Leilya menjelaskan kegiatan menyusui membutuhkan banyak kalori sehingga membuat ibu cepat lapar. ASI berbentuk cairan sehingga ketika ada cairan yang keluar dari tubuh, tubuh pun akan reflek meminta penggantinya (sensasi haus).   
 
“(Oleh karena itu) pada saat menyusui boleh sediakan minum, snack, atau meminta suami untuk menyuapkan makanan,” kata Leilya dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Mitos keempat terkait “busui harus minum susu supaya ASI cepat keluar”. Leilya mengatakan ini adalah mitos.
 
Susu memang merupakan sumber kalsium yang dibutuhkan untuk ibu menyusui, tapi harus diingat masih ada sumber kalsium lain, seperti brokoli, ikan teri, bayam, dan telur.  
 
Kelima soal “harus makan daun kelor dan sayuran hijau supaya ASI lancar”. Hal ini adalah fakta.
Berdasarkan hasil penelitian, mengonsumsi daun kelor memang dapat meningkatkan produksi ASI. Hasil penelitian tersebut didapatkan atas uji pemberian daun kelor berbentuk kapsul kepada ibu menyusui.
 
“Kemudian juga ada penelitian lain yang melihat efek daun katuk dan daun papaya dan lain sebagainya sebagian besar memang (memperlihatkan) ada pengaruh signifikan terhadap produksi ASI. Jadi boleh-boleh saja untuk mengonsumsi daun-daun atau sayuran hijau di atas,” ujar Leilya.
 
Mitos keenam terkait “minum es membuat ASI jadi dingin dan bayi pilek”. Hal ini adalah mitos.
 
Leilya menjelaskan ketika makanan dan minuman yang masuk ke lambung senantiasa akan mengalami penyesuaian suhu. Sehingga, suhu, makanan, dan minuman tidak punya pengaruh pada ASI yang dihasilkan ibu.
 
Terakhir, terkait “pup bayinya ada biji cabe, ibunya pasti makan pedas”. Leilya menjelaskan hal ini mitos. Bentuk biji-biji yang ditemukan pada feses bayi merupakan bentuk normal.  
 
“Feses berbentuk agak cair, berwarna krem seperti mustard campur keju, kadang berbiji, dan memiliki bau yang ringan adalah bentuk normal fese bayi yang minum ASI,” kata Leilya.
 
Baca juga: Dirundung Tak Memberi ASI, Ibu Tega Buang Bayinya

 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif