Menteri Keuangan Sri Mulyani pada pembukaan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) Tahun 2022. DOK UI
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada pembukaan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) Tahun 2022. DOK UI

Pesan Sri Mulyani ke Mahasiswa Baru UI: Anda Bertugas Bawa Indonesia Jadi Negara Maju

Renatha Swasty • 09 Agustus 2022 12:18
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) merupakan generasi yang menentukan sebuah negara berjalan maju, di tempat, atau bahkan mundur. Cara berpikir generasi muda bersikap dan berorganisasi menentukan Indonesia jalan di tempat, mundur, atau maju.
 
"Kalau kita mampu berpikir kritis, bisa menjaga integritas, terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas, kita mampu bergaul secara dunia namun tidak kehilangan identitas dan kultur sendiri. Itu adalah harapan. Oleh karena itu, kita selalu berpikir positif, kompeten, dan profesional," kata Ani sapaan akrab Sri Mulyani pada pembukaan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) Tahun 2022 dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Ani menyebut mahasiswa baru UI merupakan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari universitas terbaik di Indonesia. Ani mengatakan mereka memiliki masa depan yang baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anda memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membawa Indonesia ke depan menjadi negara yang maju, beradab, berkeadilan, adil, dan makmur. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujar Ani saat menyampaikan materi berjudul "Globalisasi dan Peran Mahasiswa dalam Mendukung Daya Saing Bangsa Indonesia".
 
Ani berharap UI sebagai satu-satunya perguruan tinggi (PT) yang menyandang nama negara menjadi terdepan dalam memegang peran penting untuk meningkatkan daya saing bangsa. Hal itu untuk menjadikan perekonomian Indonesia stabil dan mampu beradaptasi dengan adanya perubahan global.
 
Dia juga menjelaskan pandemi covid-19 merupakan salah satu fenomena global yang berdampak luas dalam beberapa aspek, termasuk ekonomi negara. Ani menuturkan mengacu pada tiga tahun terakhir, pandemi covid-19 merupakan fenomena terdahsyat dalam 100 tahun terakhir di dunia.
 
Selain berdampak pada segi kesehatan, pandemi menyebabkan mayoritas negara di dunia mengalami penurunan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, dan keuangan. Ani menuturkan dari segi ekonomi misalnya, pemerintah Indonesia mengumumkan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi secara tajam, inflasi meningkat, dan harga pokok meningkat sejak pandemi covid-19.
 

Namun, berkat usaha seluruh elemen, baik masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah, Indonesia merupakan salah satu negara tersukses dalam menangani kasus covid-19. Ani menyampaikan keberhasilan Indonesia menangani kasus covid-19 tidak terlepas dari berbagai program pemerintah, seperti pelaksanaan vaksinasi, pemberlakuan PPKM, penerapan 5M, dan masih banyak lainnya.
 
Ani menyebut meskipun Indonesia telah berhasil menangani pandemi, kini harus menghadapi tantangan baru. Yaitu meningkatnya harga energi global akibat adanya konflik geopolitik Ukraina-Rusia.
 
“Pandemi covid-19 telah memberikan pembelajaran berharga dan momentum untuk membangun reformasi struktural pembuatan fondasi di Indonesia," tutur Ani.
 
Dia memaparkan Indonesia banyak belajar hal dari covid-19, seperti pentingnya inovasi pola kerja agar tetap produktif di tengah keterbatasan mobilitas fisik, transformasi ekonomi untuk kapasitas produksi dan daya saing, dan pentingnya penyempurnaan program agar lebih compatible dengan kebiasaan baru.
 
"Serta menyadarkan kita semua hanya dengan gotong royong kebijakan dapat kuat, sehingga mampu mempercepat recovery sosial ekonomi, moneter, fiskal, keuangan, dan lainnya,” kata alumni Fakultas Ekonomi Bisnis UI angkatan 1981 itu.
 
Sebanyak 9.458 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UI 2022. Sebagian mahasiswa hadir luring di Balairung UI Depok dan sebagian lainnya menyimak kegiatan secara daring. Mahasiswa baru tersebut terdiri dari 8.021 mahasiswa program sarjana (S1 Reguler, S1 Paralel, dan S1 Kelas Internasional) dan 1.437 mahasiswa program pendidikan vokasi (D3 dan D4). Mereka diterima melalui jalur SNMPTN, PPKB, Talent Scouting, SBMPTN, SIMAK UI, dan Jalur Prestasi.
 
Kegiatan yang mengusung tema “Mahasiswa UI Satu Karena Beda” itu dilaksanakan hybrid dan akan berakhir pada 25 Agustus 2022. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Abdul Haris, mengatakan pemilihan tema tersebut bertujuan mempersatukan dan menginternalisasi diri mahasiswa baru menjadi anggota sivitas UI.
 

"Tema ini dipilih karena UI adalah sebuah miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, dan agama. Melalui tema tersebut, kami menginginkan dan mendidik mahasiswa UI menjadi individu yang humanis, inklusif, dan toleran,” ujar Abdul.
 
PKKMB UI merupakan rangkaian aktivitas penyambutan dan pembekalan mahasiswa baru UI guna memperkenalkan sistem akademik dan ekstrakurikuler yang ada di kampus beserta sistem, metode, dan pendekatan yang digunakan. Kegiatan ini sekaligus menjadi masa orientasi dan masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa, dari belajar SMA menjadi insan akademik perguruan tinggi.
 
"Kami menghadirkan pembicara hebat, alumni yang saat ini menjabat sebagai menteri, pimpinan, dan pembuat keputusan bangsa ini yang mengisinpirasi mahasiswa baru,” ujar Abdul.
 
Sementara itu, Rektor UI Ari Kuncoro menyampaikan selamat atas pencapaian mahasiswa baru yang telah berhasil menembus seleksi masuk kampus terbaik dan paling kompetitif di Indonesia. Ari berpesan agar mahasiswa baru memaksimalkan peluang emas bagi masa depan mereka untuk belajar, berprestasi, mengabdi, mengembangkan talenta, minat, dan bakat.
 
Ari mengatakan UI merupakan kampus bersejarah, didirikan pertama kali oleh Hindia Belanda pada 1849. Sejak awal mula berdiri di Tanah Air, UI telah banyak berkontribusi, merawat, dan membesarkan Indonesia Raya.
 
Ari UI menyebut sudah banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari UI, mulai dari pahlawan, pengusaha, pejabat, menteri, dan masih banyak lainnya. Maka dari itu, Ari berharap penuh kepada Mahasiswa UI 2022 yang baru bergabung untuk dapat melanjutkan tradisi mengharumkan nama baik UI dan Indonesia.
 
Kuliah umum PKKMB hari pertama juga diisi Kepala BNPT Boy Rafli Amar dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya dengan topik ”Membangun Karakter dan Identitas Bangsa Indonesia”. 
 
Baca juga: UI Sambut Mahasiswa Baru, Maba Bisa Coba Bus Kuning Hingga Datangi Fakultas Masing-masing 

 
(REN)
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif