Sebuah video aksi protes sejumlah wali murid datang ke sekolah viral di media sosial. Wali murid marah karena aksi itu menimbulkan trauma bagi para siswa dan siswi.
Saat dikonfirmasi terkait kebenaran kasus ini, pihak sekolah bungkam dan enggan memberikan keterangan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, membenarkan kejadian itu.
"Di pemeriksaan beliau sudah menyadari, memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut lagi," kata Arief saat ditemui wartana, Kamis, 12 Februari 2026.
Arief menduga guru FT melakukan reaksi berlebihan atas kehilangan uang tersebut. Apalagi, guru tersebut tengah ada persoalan kesehatan.
Baca Juga :
Komunikasi Guru ke Siswa dan Respons Orang Tua pada Proses Pendidikan Mendesak Dievaluasi

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono. DOK Metro TV/Kumbang Ari
"Sebetulnya disebabkan oleh terlalu over reaktif terhadap suatu permasalahan. Beliau kondisi kesehatan kurang optimal, ada peristiwa kehilangan sesuatu, beliau over reaktif," beber dia.
Saat ini, pihaknya sudah menarik guru FT. Hal ini dilakukan agar suasana yang tengah memanas mereda lebih dulu.
"Sementara guru ini sesuai dengan permintaan para wali murid untuk kita tarik dulu agar suasana betul-betul reda betul-betul tidak ada konflik lagi di sana. Ini cara kami agar tidak ada lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita pindah dulu sementara," ujar Arif.
Akibat kasus ini, tak cuma enam anak yang ditelanjangi, sebanyak 22 murid di Kelas 5 SDN Jelbuk 2 merasa trauma. Bahkan, beberapa di antaranya tidak masuk sekolah karena takut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News