Galaksi Bima Sakti. DOK Freepik
Galaksi Bima Sakti. DOK Freepik

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Fenomena Astronomi Sepanjang Juli 2026

Renatha Swasty • 01 Juli 2026 11:01
Ringkasnya gini..
  • Keindahan langit di sepanjang Juli 2026 bisa diamati langsung setelah matahari terbenam.
  • Salah satu fenomena yang paling ditunggu adalah dua hujan meteor yang terjadi secara bersamaan.
  • Semua fenomena indah ini bisa dilihat langsung dengan mata telanjang atau menggunakan teropong.
Jakarta: Memasuki bulan Juli 2026, lembaran kalender baru akan dihiasi oleh deretan fenomena langit menakjubkan. Berbagai fenomena yang terjadi sepanjang bulan ini menjadi daya tarik istimewa yang sayang untuk dilewatkan. 
 
Keindahan langit di sepanjang Juli 2026 bisa diamati langsung setelah matahari terbenam. Mulai dari posisi planet yang terlihat berdekatan, indahnya hujan meteor, hingga pemandangan galaksi Bima Sakti akan hadir bergantian.
 
Salah satu fenomena yang paling ditunggu adalah dua hujan meteor yang terjadi secara bersamaan. Selain itu, ada juga gugusan bintang yang berkilau indah serta penampakan pusat galaksi Bima Sakti yang megah.

Uniknya, bulan ini juga menjadi momen ketika posisi Bumi berada pada titik terjauhnya dari Matahari. Sementara itu, ada satu planet raksasa yang justru bersiap untuk ‘bersembunyi’ dan hilang sejenak dari pandangan.
 
Semua fenomena indah ini bisa dilihat langsung dengan mata telanjang atau menggunakan teropong. Agar tidak ketinggalan, berikut jadwal lengkap fenomena astronomi sepanjang bulan Juli 2026 dikutip dari laman National Geographic dan Time and Date:

Daftar Fenomena Langit Sepanjang Juli 2026

Berikut adalah rincian peristiwa langit yang akan terjadi di sepanjang bulan Juli 2026

1. Planet Mars dan Uranus Berdekatan

Awal bulan akan dibuka dengan pemandangan planet Mars dan Uranus yang terlihat sangat dekat. Pada 4 Juli, Mars yang berwarna merah terang dan bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.
 
Cara melihat fenomena ini dengan cara mengarahkan teropong ke dekat planet Mars. dengan begitu, planet Uranus yang tampak seperti titik kecil berwarna biru-kehijauan akan terlihat.

2. Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari/Aphelion

Pada 6 Juli, Bumi akan berada di titik paling jauh dari Matahari dalam jalur orbitnya. Fenomena ini disebut sebagai Aphelion. 
 
Uniknya, perbedaan ini tidak bisa dilihat atau dirasakan secara langsung karena jalur orbit Bumi berbentuk hampir bulat sempurna, sehingga jarak yang menjauh ini tidak mengubah pandangan kita ke Matahari.

3. Bulan Berdampingan dengan Saturnus

Pada 7 dan 8 Juli, Bulan akan mulai berkunjung ke dekat planet-planet. Pertemuan pertama adalah dengan planet bercincin, Saturnus.
 
Kedua benda langit ini akan terlihat berdekatan di langit sebelah timur mulai lepas tengah malam hingga subuh. Ukuran jarak keduanya di langit hanya sekepalan tangan.

4. Segitiga Indah: Bulan, Mars, dan Pleiades

Pada subuh 11 Juli, pemandangan langit subuh akan terlihat sangat cantik karena ada tiga benda langit yang membentuk formasi segitiga.
 
Untuk melihat fenomena ini, arahkan teropong ke arah timur sekitar dua jam sebelum matahari terbit. Bulan sabit tipis, planet Mars yang kemerahan, dan gugusan bintang Pleiades yang berkumpul berdekatan akan terlihat.
 
Jika dilihat memakai teropong, puluhan bintang yang sangat indah di gugusan Pleiades, serta kawah-kawah Bulan dapat terlihat lebih jelas.
 

5. Waktu Terbaik Melihat Galaksi Bima Sakti

14 Juli adalah fase Bulan Baru, artinya tidak ada cahaya bulan sama sekali sehingga langit akan menjadi sangat gelap pekat. Ini adalah waktu terbaik sepanjang tahun untuk melihat kabut putih bercahaya dari pusat galaksi Bima Sakti. 
 
Untuk mengamatinya, cari tempat yang gelap dan bebas dari lampu kota, seperti pantai atau pegunungan. Tunggu 15 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan, lalu lihatlah ke langit arah selatan. Pemandangan indah miliaran bintang akan terlihat membentang di sana.

6. Bulan Sabit Bersanding dengan Venus

Planet Venus yang sering disebut Bintang Kejora akan terlihat sangat indah pada sore hari pada 17 Juli. Tepat setelah matahari terbenam atau waktu Magrib, langsung lihat ke arah barat.
 
Dengan begitu, pemandangan indah Bulan sabit tipis yang berdampingan dengan Venus yang bersinar sangat terang akan terlihat. Fenomena ini bisa dilihat selama kurang lebih dua jam sebelum keduanya tenggelam.

7. Bulan Purnama Rusa dan ‘Hilangnya’ Planet Jupiter

Ada dua peristiwa yang terjadi sekaligus pada tanggal 29 Juli ini, antara lain:

Bulan Purnama Rusa atau Full Buck Moon

Bulan purnama Juli ini dinamakan Bulan Rusa karena bertepatan dengan musim tumbuhnya tanduk baru pada rusa jantan. Waktu terbaik melihatnya adalah saat bulan baru terbit di ufuk timur pada malam tanggal 28 dan 29 Juli, karena ukuran bulan akan terlihat jauh lebih besar akibat efek ilusi optik.

Jupiter Bersembunyi

Planet terbesar, Jupiter akan berada di posisi yang sejajar di belakang Matahari. Akibatnya, Jupiter akan tertutup oleh terangnya sinar Matahari dan tidak akan terlihat dari Bumi selama beberapa minggu ke depan.

8. Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariid

Sebagai penutup bulan yang indah, langit malam akan dihiasi oleh puncak hujan meteor tahunan. Puncaknya terjadi pada malam tanggal 30 Juli hingga menjelang subuh tanggal 31 Juli. Jika langit cerah dan gelap, sekitar 20 bintang jatuh atau meteor setiap jamnya yang melesat di langit akan terlihat.

5 Tips Mudah Menikmati Fenomena Langit 

Agar fenomena astronomi dapat dinikmati dengan baik, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan: 
  1. Waktu terbaik untuk mulai melihat planet dan bintang terang adalah sesaat setelah matahari benar-benar tenggelam.
  2. Unduh aplikasi penunjuk bintang gratis di ponsel untuk membantu mengarahkan ke mana harus melihat posisi planet.
  3. Pergilah ke halaman yang lapang dan jauh dari sorotan lampu jalan agar cahaya bintang tidak kalah terang dengan lampu kota.
  4. Jangan melihat layar ponsel selama 15 menit sebelum mengamati langit, agar mata bisa beradaptasi dan melihat cahaya bintang yang redup dengan lebih jelas.
  5. Pastikan langit sedang cerah dan tidak mendung, karena awan tebal adalah musuh utama dalam melihat bintang.
Sobat Medcom, itulah informasi mengani fenomena astronomi yang terjadi sepanjang bulan Juli 2026. Agar tidak ketinggalan, yuk catat tanggal-tanggalnya dari sekarang! (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA