Adapun pendaftaran dibuka hingga 25 Juli 2026. Pembukaan seleksi PPG Calon Guru ini sebagai upaya pemerintah menyiapkan guru profesional yang akan mengisi kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Direktur Pendidikan Profesi Guru Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana mengingatkan agar lulusan perguruan tinggi yang berminat menjadi guru agar memahami seluruh tahapan seleksi. Dimana seluruh tahapan seleksi mengacu pada informasi dari kanal resmi Direktorat PPG.
"Lulusan perguruan tinggi yang berminat menjadi guru profesional terkait kebijakan, persyaratan, mekanisme seleksi, dan tahapan pelaksanaan PPG calon guru tahun 2026," kata Ferry dalam webinar Direktorat GTK, dikutip Jumat 2 Juli 2026.
| Baca juga: Hasil Seleksi Administrasi PPPK Kemensos 2026 Sekolah Rakyat Diumumkan, Cek Nama Kamu di SSCASN! |
Ferry menjelaskan proses seleksi PPG Calon Guru 2026 akan berlangsung melalui tiga tahapan utama. Tahapan pertama adalah seleksi administrasi untuk memverifikasi kelengkapan dokumen para pelamar.
Tahapan kedua, peserta yang lolos kemudian mengikuti tes substansi. Tes ini dilakukan guna mengukur penguasaan kompetensi sesuai bidang studi yang dipilih.
Tahapan terakhir berupa wawancara yang bertujuan menggali motivasi serta kesiapan peserta untuk menjalani profesi guru. Pemerintah menilai proses seleksi berlapis diperlukan agar calon guru yang nantinya mengikuti pendidikan profesi benar-benar memiliki kompetensi sekaligus komitmen menjadi pendidik.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemendikdasmen membuka 33 bidang studi, yang terdiri atas 18 bidang studi umum dan 15 bidang studi kejuruan. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, penetapan bidang studi tidak dilakukan secara umum, melainkan disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan guru secara nasional.
"Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan PPG yang selaras dengan kebutuhan tenaga pendidik di lapangan sehingga dapat membantu mengatasi kekurangan guru pada bidang-bidang tertentu," tuturnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta akan mengikuti pendidikan profesi selama dua semester. Selama masa pendidikan, calon guru tidak hanya memperoleh materi perkuliahan, tetapi juga menjalani praktik pengalaman lapangan, proyek pembelajaran, hingga pendampingan secara intensif.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, mengatakan PPG merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas melalui peningkatan kualitas guru. Menurut dia, guru memiliki posisi sentral dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia sehingga peningkatan kompetensi guru harus dilakukan sejak sebelum mereka memasuki dunia kerja.
"Guru adalah kunci utama mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, kita memerlukan guru yang bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat," ujar Nunuk.
Ia menegaskan Program PPG Calon Guru 2026 dirancang untuk melahirkan generasi guru baru yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Selain memiliki kompetensi akademik, lulusan PPG diharapkan memiliki integritas, keteladanan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia pendidikan.
Program tersebut juga merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menegaskan bahwa guru merupakan tenaga profesional. Salah satu indikator profesionalisme tersebut adalah kepemilikan sertifikat pendidik yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan profesi.
Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran PPG lebih menekankan pada pengalaman praktik mengajar dibanding sekadar teori. Peserta akan menjalani praktik pengalaman lapangan di sekolah dengan fokus pada pengamatan karakteristik peserta didik, penyusunan proyek pembelajaran inovatif, hingga refleksi terhadap proses belajar mengajar.
Di akhir program, seluruh peserta wajib mengikuti Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) yang terdiri atas ujian tertulis dan ujian kinerja sebagai syarat memperoleh sertifikat pendidik. Nunuk mengatakan pemerintah ingin memastikan lulusan PPG benar-benar siap memasuki dunia pendidikan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik.
"Pelaksanaan PPG calon guru ini dihadirkan karena kita ingin menghadirkan guru-guru muda profesional yang akan membimbing anak-anak Indonesia agar dapat menciptakan pendidikan bermutu untuk semua," katanya.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda