Iso menjelaskan beberapa SSK dan sistem lainnya sudah diganti baru. Kemudian, gedung reaktor sudah diperkuat, sistem pendingin sudah diganti baru, pompa sekunder, cooling tower, dan sistem fentilasi sudah diganti pada 2019.
Dia mengatakan sampai saat ini cadangan elemen bakar (spent fuel) reaktor masih cukup untuk mengoperasikan reaktor dengan daya 1.000 kW selama 3x24 jam dalam dua minggu. “Kami melihat reaktor masih dapat beroperasi sampai dengan perpanjangan berikutnya, setelah 2027,” tutur dia.
Meski begitu, selain SSK dan sistem lainnya yang sudah diremajakan, Reaktor TRIGA 2000 Bandung membutuhkan perbaikan Sistem Instrumentasi dan Kendali (SIK). Hal ini mengingat SIK yang saat ini telah digunakan sejak 1990an.
Iso mengatakan untuk meningkatkan kehandalan reaktor sebaiknya SIK diperbaiki keseluruhan. Perbaikan SIK diperkirakan mencapai Rp16-45 miliar, tergantung perangkat mana saja yang akan diganti dan digunakan.
SIK andal tentu akan mendapatkan pengendalian dan pengawasan (control and monitor) akurat. “Dengan keadaan SIK yang saat ini, operator reaktor harus kami ekstra monitor pengendalian, pengawasan, dan produk yang dihasilkan. SIK yang diremajakan secara menyeluruh, meringankan tugas operator dalam pengoperasian,” jelas dia.
Plt Direktur Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN, R Mohammad Subekti, berharap reaktor TRIGA dapat terus bermanfaat di tingkat nasional maupun internasional. Dia menyebut layanan reaktor TRIGA 2000 Bandung pada usia ke-57 masih terus ditingkatkan menjadi infrastruktur penelitian di bidang energi, medik, industri, serta melanjutkan mendukung sivitas akademik.
Kolaborasi antara tiga reaktor riset dalam evaluasi keselamatan akan menjadi lebih erat dalam berbagai kegiatan nasional dan internasional pada 2022. Hal itu meliputi workshop, kunjungan tenaga ahli, maupun kegiatan pemantauan reaktor.
“Kondisi reaktor yang semakin menua juga dapat memberikan pengalaman perawatan maupun pengoperasian reaktor nuklir menuju kebutuhan pengetahuan dasar perawatan PLTN yang bisa sampai 60 tahun atau lebih,” kata dia.
Baca: Penjelasan Kepala BRIN Soal Rencana Penonaktifan Reaktor Nuklir di Bandung
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News