Peletakan batu pertama pembangunan Reakor TRIGA Mark II dilakukan pada 9 April 1961. Kemudian, pada 20 Februari 1995 diresmikan Pusat Reaktor Atom Bandung (PRAB) dengan Reaktor TRIGA Mark II yang beroperasi pada daya 250kW.
Reaktor TRIGA
Sejarah mencatat untuk memenuhi kebutuhan radioisotop yang semakin meningkat, Reaktor TRIGA Mark II perlu ditingkatkan daya dari 250 kW menjadi 1.000kW (1MW). Hingga akhirnya pada 4 Desember 1971, Reaktor TRIGA Mark II dengan daya 1.000kW (1MW) diresmikan Presiden Kedua RI Soeharto.Setelah daya reaktor ditingkatkan menjadi 1.000kW (1MW), daya reaktor TRIGA Mark II kembali dinaikkan menjadi 2.000 kW (2 MW) dan diresmikan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri sekaligus mengubah nama Reaktor TRIGA Mark II menjadi Reaktor TRIGA 2000 Bandung.
Lalu, pada 2014 dilakukan penguatan bangunan utama reaktor (retrofitting) untuk mengantisipasi guncangan akibat gempa. Hingga akhirnya, pada 2015, dilakukan modifikasi batang kendali dari FFCR ke BKRTTBB berkat kerja sama dengan PTBBN–BATAN.
Sehingga pada 7 Mei 2015, Reaktor TRIGA 2000 berhasil beroperasi dengan menggunakan batang kendali. Hingga BATAN Bandung memperoleh perpanjangan izin operasi reaktor dengan diterbitkannya Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Nomor 500/IO/Ka-BAPETEN/29-V-2017 tentang Perpanjangan Izin Operasi Reaktor TRIGA 2000 Bandung pada 29 Mei 2017 yang berlaku hingga Juli 2027, dengan daya 1.000 kW.