Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mengenal Teori Modernisasi: Ciri, Syarat, dan Dampak

Pendidikan pendidikan sejarah Mata Pelajaran Sejarah
Medcom • 10 Mei 2022 20:11
Jakarta: Berbagai aspek kehidupan di dunia terus mengalami perubahan. Dari yang semula terkesan kolot, kini dipenuhi sederet teknologi canggih.
 
Perubahan itu dikenal sebagai modernisasi. Sederhananya, ini merupakan perkembangan teknologi dari zaman dulu sampai sekarang.
 
Lantas, apakah perkembangan ini akan terus belanjut hingga ratusan tahun ke depan? Apa yang sebenarnya menyebabkan modernisasi? Untuk mengupasnya lebih lanjut, simak pembahasan berikut dikutip dari Zenius:

Pengertian modernisasi

Modernisasi berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yaitu modo yang bermakna cara dan ernus yang artinya kini. Secara harfiah, modernisasi dapat difenisikan sebagai proses menuju masa kini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah ahli turut mendefinisikan teori ini secara lebih lengkap. Misalnya, antropolog Indonesia, Koentjaraningrat, mengartikan modernisasi sebagai sebuah upaya untuk beradaptasi agar bisa menyesuaikan zaman di dunia.
 
Sementara itu, sosiolog Amerika Serikat, Willbert E Moore, mengatakan modernisasi adalah perubahan kehidupan secara menyeluruh dalam arti teknologi, organisasi sosial, sampai ke pola ekonomi dan politik. Sehingga, menandai negara-negara Barat yang stabil.
 
Adapun pengertian modernisasi menurut Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Indonesia, Soerjono Soekanto, adalah perubahan sosial yang teratur berdasarkan perencanaan sebelumnya.
 
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan modernisasi adalah suatu proses perubahan sosial dari yang kuno menjadi lebih modern atau mengarah ke masa kini. Modernisasi erat kaitannya dengan modernitas, yaitu zaman dalam sejarah yang dilalui dari dahulu kala sampai masa kini.
 
Menurut Profesor Harvard University Amerika Serikat, Julie Buckler, modernisasi membuat masyarakat di wilayah tertentu ikut berkembang dan terpenuhi kebutuhannya. Untuk menciptakan modernisasi, diperlukan sikap terbuka menerima adanya perubahan dari masyarakat.
 
Contoh modernisasi dalam perubahan sosial ini tercermin dalam cara manusia berkomunikasi. Manusia semula menggunakan terompet untuk bekomunikasi, namun sekarang menggunakan ponsel.
 
Dari segi transportasi, manusia dulu bepergian menggunakan tenaga hewan, seperti kuda atau unta. Sekarang, manusia bisa bepergian dengan mobil atau motor.
 
Contoh lain dari segi kesehatan, manusia dulunya menyembuhkan penyakit menggunakan racikan tumbuh. Namun kini, penyakit itu bisa disembuhkan dengan obat-obatan atau vaksin yang diteliti dokter.

Perbedaan modernisasi dan globalisasi

Meski sama-sama menghasilkan perubahan yang masif, modernasi jelas berbeda dengan globalisasi. Perbedaan keduanya terletak pada kondisi.
 
Globalisasi merupakan kondisi saling terikat antara negara satu dan lainnya. Sebagai contoh, dari segi ekonomi ada aktivitas ekspor dan impor.
 
Sedangkan, modernisasi lebih berfokus pada proses perubahan sosial. Masih contoh dari segi ekonomi, yaitu keberadaan pusat perbelanjaan yang semula tradisional menjadi modern (swalayan).
 
Dengan kata lain, teori modernisasi tak cuma berdampak pada kemajuan manusia saja. Tetapi, juga ada pengaruhnya bahkan sampai ke ranah perekonomian.

Ciri-ciri modernisasi

Ciri pertama teori modernisasi terlihat dari kondisi pembangunan. Infrastruktur di sektor publik suatu wilayah harus terpenuhi, mengikuti kebutuhan sosial masyarakat. Tujuannya, supaya fasilitas itu mampu menunjang kehidupan sehari-hari.
 
Ciri kedua juga bisa dilihat dari kondisi kultural atau budaya. Misalnya, di zaman prasejarah, manusia mengumpulkan makanan dengan cara biasanya berburu dan meramu.
 
Tapi, dalam teori modernisasi, manusia bakal mencari makanan melalui teknologi modern. Seperti, memasak menggunakan alat-alat terbaru.

Syarat modernisasi

Modernisasi tidak bisa diterapkan sembarangan. Ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi jika suatu wilayah ingin menerapkan teori ini.
 
Pertama, masyarakat harus mampu berpikir ilmiah. Sederhananya, mereka bisa memilah informasi dengan cara berpikir lebih jauh agar terhindar dari hoax.
 
Kedua, memiliki sistem administrasi birokratis. Artinya, sistem di wilayah tersebut harus mengikuti prosedur yang ada.
 
Ketiga, memiliki sistem pengumpulan data yang baik. Hal ini berkaitan erat dengan kegunaan pengolahan data negara di masa mendatang.
 
Keempat, memiliki iklim atau lingkungan yang mendukung. Maksudnya, bagaimana masyarakat bisa bersifat terbuka atas perubahan-perubahan yang mungkin akan terjadi ke depannya.
 
Kelima, memiliki organisasi atau kedisiplinan tinggi. Jiwa disiplin masyarakat tersebut harus tinggi supaya bisa menerima perubahan dalam teori modernisasi.
 
Terakhir, memiliki wewenang yang tidak memihak. Tujuannya, supaya tak ada kebijakan yang cuma menguntungkan masyarakat pusat atau sentral.

Dampak positif dan negatif modernisasi

Perubahan tatanan sosial yang disebabkan modernisasi tentu membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya, jadi berpikiran lebih terbuka, rasional, dan mampu mengadaptasi budaya-budaya baru.
 
Dampak positif modernisasi juga menguntungkan di masa depan. Masyarakat bakal lebih mudah mengakses dan menjangkau apa pun berkat perkembangan teknologi.
 
Meski demikian, modernisasi juga memiliki efek negatif bagi masyarakat. Menurut jurnal milik Soheila Panahi, dampak negatif modernisasi lebih berpengaruh pada lingkungan.
 
Dengan teknologi yang semakin berkembang, efek polusi udara dan perubahan iklim juga semakin terasa. Contohnya, penggunaan teknologi air conditioner (AC) dan transportasi bisa memicu terjadinya pemanasan global.
 
Itulah pembahasan mengenai teori modernisasi, mulai dari pengertian, ciri, syarat, hingga dampaknya. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Orientasi Pendidikan Disebut Bukan Lagi untuk Menjawab Tantangan Zaman
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif