Siswa belajar di kelas. Foto: Kemendikdasmen
Siswa belajar di kelas. Foto: Kemendikdasmen

Pendidikan Gratis SD-Kuliah, Pakar: Jangan Asal Jadi!

Ilham Pratama Putra • 21 September 2026 18:34
Ringkasnya gini..
  • Pengamat CIPS mengingatkan agar wacana pendidikan gratis tak berdampak pada penurunan mutu dan kualitas pembelajaran.
  • JPPI menilai APBN 2026 sebesar Rp769 triliun sangat cukup membiayai program sekolah hingga kuliah gratis yang butuh Rp569 triliun.
  • Kunci pelaksanaan pendidikan gratis dinilai bergantung pada kemauan politik serta penetapan prioritas anggaran pemerintah.
Jakarta: Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Totok Amin Soefijanto mengkritisi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menggratiskan pendidikan jenjang SD hingga kuliah. Menurut dia, pendidikan tidak bisa asal dibikin gratis. 

"Dikhawatirkan, kalau yang ditonjolkan keringanan biaya dan bahkan gratisnya, maka pendidikan yang diselenggarakan nanti asal jadi, asal ada," kata Totok kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2026. 

Ia tidak ingin pendidikan gratis malah membuatnya tidak memiliki nilai. Esensi pendidikan adalah memberikan dampak positif. 

"Dikhawatirkan kalau asal jadi  tidak ada dampak positifnya terhadap peningkatan kualitas manusia Indonesia," jelas dia. 

Menurut dia, menjalankan pendidikan memiliki biaya yang tidak sedikit. Karena memang, pendidikan sangat menentukan arah bangsa. 

"Pendidikan itu berguna buat bangsa kita bila bermutu, bukan sekedar sekolah atau kuliah.  Isi dari proses pendidikan itu yang menentukan," tutur dia.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengatakan anggaran negara sebenarnya sangat cukup untuk menjalankan program pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Bahkan, berdasarkan anggaran pendidikan tahun 2026, sebenarnya dana yang tersedia bisa berlebih. 

Anggaran pendidikan tahun 2026 berjumlah Rp769 triliun. Sementara itu, berdasarkan perhitungan JPPI, kebutuhan biaya sekolah-kuliah gratis sebesar Rp569 triliun. 

"Secara matematis dan teknis keuangan, keuangan negara/APBN sebenarnya sangat mampu membiayai program pendidikan gratis. Persoalannya bukan terletak pada tidak tersedianya dana, melainkan pada prioritas politik anggaran Presiden dalam menetapkan mana program yang didahulukan dan mana yang ditunda," tegas Ubaid kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2026. 

Ubaid Matraji - DOK YouTube KPK
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji Berikut estimasi rincian biaya sekolah-kuliah gratis:

Estimasi Rincian Biaya Sekolah-Kuliah Gratis

SD/Sederajat

  • Jumlah murid: 28,46 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp4,56 juta

SMP/Sederajat

  • Jumlah murid: 13,87 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp7,34 juta

SMA/Sederajat

  • Jumlah murid: 8,14 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp10,19 juta

SMK

  • Jumlah murid: 4,97 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp10,19 juta

Perguruan Tinggi (Hanya PTN & PTA-N)

  • Jumlah murid: 5,18 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp19,01 juta

Perguruan Tinggi (Semua PTN & PTS)

  • Jumlah murid: 10,75 juta siswa
  • Biaya rata-rata per tahun: Rp19,01 juta
 

Estimasi Total Kebutuhan Biaya per Jenjang/Tahun

  • SD/Sederajat: Rp129,77 Triliun
  • SMP/Sederajat: Rp101,86 Triliun
  • SMA/Sederajat: Rp82,96 Triliun
  • SMK: Rp50,70 Triliun
  • Perguruan Tinggi (Hanya PTN dan PTA-N): Rp98,46 Triliun
  • Perguruan Tinggi (Semua PTN dan PTS): Rp204,44 Triliun

Total Akumulasi Anggaran Pendidikan Gratis/Tahun

  • Total Sekolah (SD sampai SMA/SMK): Rp365,29 Triliun
  • Total Sekolah+PTN/PTA-N: Rp463,75 Triliun
  • Total Sekolah+Seluruh Perguruan Tinggi (PTN & PTS): Rp569,73 Triliun.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan