Jaringan ini dibentuk untuk memperkuat kemitraan pendidikan tinggi antara Indonesia dan Eropa melalui kerja sama akademik, penelitian, serta pertukaran pengetahuan. Duta Besar Uni Eropa untuk Republik Indonesia, H.E. Hervé Delphin, mengatakan EUnUP menjadi langkah penting dalam membangun kemitraan kedua pihak.
"Ini merupakan langkah maju yang menjanjikan bagi kemitraan yang terstruktur, strategis, dan berorientasi ke masa depan antara berbagai institusi pendidikan tinggi di Eropa dan Indonesia. Percayalah, kami berkomitmen penuh terhadap kemitraan ini, dan kami mengharapkan keterlibatan aktif dari universitas, peneliti, serta komunitas akademik di kedua belah pihak," ujar Delphin di Jakarta, Sabtu, 7 November 2026.
[Dari kiri ke kanan] Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dr. Ir. Ahmad Saufi, M.Sc; Duta Besar Uni Eropa untuk Republik Indonesia, H.E. Hervé Delphin; Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, PhD; dan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
EUnUP saat ini melibatkan 10 universitas di Indonesia yang tersebar dari Jakarta hingga Kupang. Berikut daftar kampus yang tergabung dalam jaringan tersebut.
- Universitas Indonesia (UI), Jakarta
- Universitas Bina Nusantara (BINUS), Jakarta
- Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Banten
- Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung
- Universitas Parahyangan (UNPAR), Bandung
- Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang
- Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
- Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya
- Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan
- Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang, Nusa Tenggara Timur
Jaringan itu akan memperkuat penawaran pendidikan di kampus Indonesia melalui pengembangan modul pembelajaran dan kajian tentang Eropa. Materi yang disiapkan mencakup tata kelola UE, transisi hijau, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), komunikasi, perdagangan, keamanan siber, ketahanan demokrasi, kesetaraan gender, hingga hak asasi manusia.
Selain pengembangan materi pendidikan, anggota jaringan menjajaki kolaborasi riset dan transfer pengetahuan. Kerja sama ini turut mencakup perluasan mobilitas mahasiswa dengan pengakuan kredit akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Eropa.
Anggota Jaringan Kemitraan Universitas Uni Eropa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Muhadi Sugiono, menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi kerja sama Indonesia dan UE. Menurutnya, jaringan ini tidak hanya menghubungkan universitas kedua wilayah, tetapi juga membuka peluang pemerataan kerja sama antarkampus di Indonesia.
"Tujuan dari jaringan ini tentu saja adalah untuk menghubungkan universitas-universitas di Indonesia dengan universitas-universitas di Eropa, serta pendidikan tinggi di Indonesia dengan pendidikan tinggi di Eropa. Namun, jaringan ini juga akan memberikan kesempatan bagi kita untuk menghadirkan kesetaraan di antara berbagai universitas di Indonesia," ujar Muhadi
Kerja sama pendidikan tinggi Indonesia dan UE sebelumnya telah berjalan melalui berbagai program. Perguruan tinggi Indonesia tercatat terlibat dalam 19 program Erasmus Mundus Joint Masters dan 20 proyek penguatan kapasitas.
Melalui EHEF 2026, UE juga memperkenalkan peluang pendidikan tinggi di Eropa kepada mahasiswa Indonesia. Pameran edisi ke-18 ini menghadirkan lebih dari 90 institusi pendidikan tinggi Eropa.