Menurut World Meteorological Organization (WMO), Eropa kini menjadi benua yang paling cepat memanas di bumi. Bahkan, kecepatan peningkatan suhu di sana tercatat dua kali lipat lebih cepat daripada wilayah lainnya.
Banyak negara di Eropa yang suhunya sekarang sudah melewati angka 40°C. Akibat cuaca ekstrem ini, pemerintah setempat langsung mengeluarkan peringatan bahaya tingkat tertinggi untuk warga.
Prancis menjadi salah satu negara yang mengalami kondisi paling parah karena suhunya sempat menyentuh 43,8°C. Kabar buruknya, panas yang menyengat ini sudah menyebabkan hampir 1.000 orang meninggal dunia dalam seminggu terakhir.
Tidak hanya mengancam nyawa, panas ini juga membuat banyak fasilitas umum mulai rusak. Rel kereta api dilaporkan melengkung dan aspal jalanan meleleh karena tidak kuat menahan suhu yang terlalu tinggi.
Lantas, apa saja negara di Eropa dengan suhu di atas 40°C? Yuk simak daftarnya dikutip dari laman World Meteorological Organization dan The Times of India:
Deretan Negara di Eropa dengan Suhu di Atas 40°C
Cuaca panas kali ini cukup mengejutkan karena menyerang negara-negara yang biasanya terkenal beriklim sejuk dan dingin. Berikut adalah daftar suhu tertinggi yang sempat tercatat di berbagai negara di Eropa:Prancis: 43,8°C
Suhu tertinggi ini terjadi di kota Pulluau dan menjadi hari paling panas sepanjang sejarah negara tersebut.Spanyol: 42,7°C
Suhu ekstrem ini melanda kota Bilbao di bagian utara dan memecahkan rekor lokal di sana.Jerman: 41,7°C
Rekor suhu terpanas pecah di kota Coschen yang berada di dekat perbatasan Polandia.Hungaria: 40,7°C
Suhu membara ini tercatat di dekat ibu kota Budapest seiring meluasnya udara panas ke arah timur.Polandia: 40,5°C
Negara ini juga ikut mencatatkan rekor suhu baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.Austria: 40,0°C
Kota Wina secara resmi menyentuh angka 40°C, membuat pemerintah mengeluarkan status siaga merah.Mengapa Cuaca Panas Ini Sangat Berbahaya?
Para ahli kesehatan menyebut gelombang panas sebagai ‘pembunuh senyap’. Alasannya, tidak seperti banjir atau badai yang langsung merusak bangunan, panas ekstrem ini langsung menyerang tubuh manusia tanpa terlihat.Saat udara sangat panas dan juga lembap, keringat di tubuh jadi susah menguap. Padahal, mengeluarkan keringat adalah cara alami tubuh untuk mendinginkan diri. Akibatnya, jantung harus bekerja jauh lebih keras, yang bisa memicu serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal, terutama pada lansia dan anak-anak.
Kondisi ini makin parah karena saat malam hari pun udara tidak kunjung mendingin, tetap di atas 20°C. Padahal, malam hari adalah waktu penting bagi tubuh kita untuk beristirahat dan pulih setelah seharian kepanasan.
Rumah yang Dulunya Hangat, Kini jadi Seperti ‘Oven’
Masalah terbesar di Eropa saat ini sebenarnya ada pada bentuk bangunan mereka. Selama ratusan tahun, rumah-rumah di Eropa sengaja dibangun dengan dinding tebal dan kaca rangkap agar bisa menahan panas di dalam rumah saat musim dingin tiba.Namun, saat gelombang panas datang, rumah ini justru berubah menjadi perangkap panas yang mirip seperti oven. Parahnya lagi, hanya sedikit warga Eropa yang punya AC di rumahnya, sekitar 20 persen saja, sangat jauh berbeda dengan Amerika Serikat yang hampir semua rumahnya sudah ber-AC.
Akibatnya, wilayah yang dulunya selalu fokus mencari cara agar ruangan tetap hangat kini harus menghadapi tantangan baru yang tidak mudah. Masyarakat dan pemerintah di benua tersebut kini dipaksa memutar otak untuk menemukan solusi agar lingkungan tempat tinggal mereka bisa tetap dingin. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda