Salah satu acara utama dalam Pekan Pembukaan adalah KarriereKompass 2026. Acara ini mempertemukan masyarakat dengan sejumlah organisasi Jerman untuk mendapatkan informasi mengenai peluang studi, bekerja, dan tinggal di Jerman.
Deputy Head of Mission, Embassy of the Federal Republic of Germany in Jakarta, Oliver Sperling, menuturkan pembukaan kembali Goethe-Institut menjadi momentum untuk mempererat hubungan Indonesia dan Jerman. Menurut dia, lembaga tersebut bukan hanya tempat belajar bahasa, tetapi juga ruang pertemuan bagi masyarakat yang tertarik dengan budaya.
Deputy Head of Mission, Embassy of the Federal Republic of Germany in Jakarta, Oliver Sperling. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Director Goethe-Institut Indonesien, Constanze Michel, mengatakan pihaknya ingin memastikan masyarakat Indonesia memperoleh informasi tepercaya mengenai berbagai peluang di Jerman. Informasi itu mencakup pendidikan, kehidupan, dunia kerja, hingga standar migrasi yang adil, etis, dan transparan.
"Goethe-Institut berkomitmen untuk memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses informasi tentang peluang di Jerman yang terpercaya dan bisa diandalkan, termasuk informasi tentang standar migrasi yang adil, etis, dan transparan. Melalui KarriereKompass 2026, kami ingin mendukung masyarakat Indonesia dalam merencanakan persiapan mereka menuju Jerman," tutur Michel.
Director Goethe-Institut Indonesien, Constanze Michel. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Layanan Goethe-Institut Setelah Renovasi
Selain membuka kembali gedungnya, Goethe-Institut Jakarta kembali menyediakan layanan kursus dan ujian bahasa Jerman secara langsung di gedung Menteng. Berbagai program kebudayaan seperti pameran, konser musik, diskusi, dan festival film Jerman juga akan dilanjutkan.
Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta juga telah dibuka untuk umum. Pengunjung dapat meminjam buku, film, dan serial, serta menjelajahi Jerman secara virtual melalui perangkat Realitas Virtual (VR).
"Kamu dapat melihat dan meminjam buku atau media umum, termasuk film dan serial. Selain itu, tersedia perangkat game Realitas Virtual (VR) untuk menjelajahi Jerman secara virtual di perpustakaan kami," tutur Michel.