Suasana kunjungan Mendikdasmen ke Sekolah Indonesia Singapura. Foto: Medcom/Citra Larasati
Suasana kunjungan Mendikdasmen ke Sekolah Indonesia Singapura. Foto: Medcom/Citra Larasati

Sekolah Indonesia Singapura Curhat 4 Persoalan Ini ke Mendikdasmen, Sewa Lahan hingga Soal Gaji

Citra Larasati • 21 Juli 2026 23:17
Ringkasnya gini..
  • Kepala SIS Semuel Kuriake Balubun sampaikan 4 kebutuhan mendesak ke Mendikdasmen, termasuk sewa lahan 2,5 juta SGD.
  • SIS krisis guru dan minta perbaikan fasilitas lab demi dukung prestasi siswa di kancah internasional.
  • Perlindungan izin kerja dan gaji guru lokal di Singapura jadi sorotan yang butuh solusi segera dari pemerintah.
Singapura: Momen kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti ke Singapura menjadi kesempatan penting bagi Sekolah Indonesia Singapura (SIS) untuk menyuarakan aspirasinya. Di tengah tantangan menyelenggarakan pendidikan di luar negeri, pihak SIS menyodorkan empat kebutuhan utama yang mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintah.
 
Kepala Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Semuel Kuriake Balubun, membeberkan kondisi riil operasional sekolah tersebut.  Secara garis besar, Semuel menyampaikan empat poin krusial yang mencakup persoalan sewa lahan, kekurangan tenaga pendidik, infrastruktur sekolah, hingga status legalitas dan perlindungan tenaga kerja bagi para guru yang mengajar di sana.
 
"Pertama adalah mengenai pembayaran sewa lahan SIS yang Bapak sudah ketahui itu akan jatuh tempo tanggal 5 April tahun 2027.  Bapak nah jadi kita masih mesti menyelesaikan sisir pembayarannya sekitar SGD2.500.000 sekarang mungkin nanti Bapak dan Ibu bisa membantu sehingga kita bisa membayarnya tepat waktu," kata Semuel di sela-sela pertemuan dengan Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di Sekolah Indonesia Singapura, Singapura, Selasa, 21 Juli 2026.

Kekurangan guru

Poin kedua yang disoroti adalah soal kekurangan tenaga pengajar atau guru. SIS saat ini sangat membutuhkan setidaknya sembilan tambahan guru untuk mata pelajaran vital seperti Pendidikan Agama Islam, PKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Sosiologi, Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling (BK), dan Coding.

"Kemudian harapan kami yang kedua Bapak penambahan sembilan guru yang tadi sudah saya sebutkan kebutuhannya kiranya berkenan kalau Bapak Menteri bisa membantu kita untuk melengkapinya," ujar Semuel.
 
Permintaan ketiga yang disodorkan adalah berkaitan erat dengan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang berstandar internasional. SIS berharap ada peremajaan fasilitas laboratorium guna menunjang siswa yang kerap berkompetisi di tingkat provinsi hingga internasional, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).
 
"Dan juga revitalisasi laboratorium Bapak Target kita misalnya mungkin melengkapi 4 lab, agak berat tetapi kalau misalnya bisa dibantu untuk 2 laboratorium biologi dan lab fisika dan mungkin lab bahasa itu akan sangat membantu," sebut Semuel.
 
Hal keempat yang tak kalah krusialnya adalah perlindungan ketenagakerjaan bagi para guru di SIS. Terutama tentang penyesuaian dengan aturan Employment Pass dari Ministry of Manpower (MOM) Singapura dengan realitas gaji yang diterima para guru.
 
Para guru juga mengatakan bahwa sudah 9 tahun lamanya belum ada lagi penyesuaian gaji para pendidik. Diketahui, gaji para guru di SIS sejak 9 tahun lalu hingga kini masih sebesar SGD1.995. "Karena misal harga sewa rumah dan kebutuhan lain yang terus naik, maka nilai gaji ini menjadi pas-pasan," kata Juru Bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Thomas Ardian Siregar.
 
Sekolah Indonesia Singapura Curhat 4 Persoalan Ini ke Mendikdasmen, Sewa Lahan hingga Soal Gaji
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti berfoto bersama siswa siswi Sekolah Indonesia Singapura. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Respons Positif Mendikdasmen

Menanggapi keempat kebutuhan vital tersebut, Mendikdasmen menyadari penuh bahwa mengelola institusi pendidikan di luar negeri memiliki kompleksitas yang tinggi. Namun, Mu'ti memastikan pemerintah mengapresiasi dan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik.
 
"Poinnya begini, pertama terima kasih sudah memberikan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia yang ada di Singapura. Ini bukan sesuatu yang mudah karena sistem politik yang berbeda tantangan yang juga sangat berbeda," bebernya.
 
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi warga negara di mana pun mereka berada adalah amanat konstitusi yang melampaui dari sekadar hitung-hitungan finansial.
 
"Memang kalau hitung-hitungan ekonomi terutama hitung-hitungan capital itu ya memang terlalu mahal itu cost, tapi ini adalah kewajiban negara, ini adalah kewajiban konstitusional yang memang harus kita laksanakan sehingga berbagai tantangan kita juga harus mencarikan jalan keluar," ujar Mu'ti.
 
Terkait solusi atas berbagai tuntutan tersebut, pemerintah pusat berkomitmen mengkaji skema-skema baru secara lintas lembaga agar Sekolah Indonesia Singapura dapat terus beroperasi secara optimal, legal, dan memberikan layanan pendidikan bermutu tinggi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan