Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau hari pertama sekolah di SMPN 1 Pasaman. Foto: Antara
Bupati Pasaman Barat Yulianto meninjau hari pertama sekolah di SMPN 1 Pasaman. Foto: Antara

Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Pasaman Barat Uji Coba Belajar di Kelas

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Antara • 13 Juli 2020 14:46
Simpang Empat: Proses belajar mengajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar) hari ini dimulai dengan menerapkan protokol kesehatan virus korona (covid-19). Para guru serta siswa wajib mencuci tangan dan pakai masker selama proses belajar mengajar berlangsung.
 
"Hari ini merupakan uji coba pelaksanaan belajar mengajar setelah sekian lama libur akibat dampak covid-19," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto saat meninjau proses belajar hari pertama di SMPN 1 Pasaman, Senin, 13 Juli 2020.
 
Ia mengatakan pelaksanaan belajar mengajar yang diadakan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, jaga jarak tempat duduk antara siswa dan memakai masker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua sudah rindu dengan sekolah, siswa, guru dan orang tua. Namun, harus, wajib mengikuti protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan tidak pakai keluar main," ujarnya.
 
Ia mengingatkan, jika ada anak sekolah yang demam, guru harus cepat mendeteksi dini kondisi siswa tersebut. Ia berharap kegiatan belajar dan mengajar di kelar berjalan lancar. "Kita berharap semua terhindar dari covid-19 ini," ujarnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat, Marwazi B, menyampaikan, sekitar 68 SMP negeri dan swasta mengikuti proses belajar mengajar saat ini. Sedangkan tingkat SD ada 270 sekolah.
 
"292 TK (Taman Kanak-kanak) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) belum memulai proses belajar mengajar," ujarnya.
 
Ia menyebut, sementara ini tingkat SD melakukan proses pembelajaran di rumah dengan sistem daring dan luar jaringan (luring). Setelah proses belajar mengajar tingkat SMP berlangsung dua bulan, maka akan diadakan evaluasi.
 
"Kalau pembelajaran tersebut berhasil dan tidak ada satupun siswa maupun guru atau tenaga pendidik yang terpapar covid-19, maka tingkat SD akan dimulai proses belajar mengajar tatap muka di sekolah," ujarnya.
 
Baca:Sekolah di Zona Kuning Bakal Dibuka
 
Apabila dalam proses berjalannya pembelajaran tatap muka di sekolah ada yang terpapar covid-19, maka semua tingkatan sekolah akan kembali melaksanakan proses pembelajaran di rumah.
 
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pasaman Pulmen Evida mengatakan hari pertama proses belajar mengajar diikuti oleh siswa baru atau siswa kelas satu saja. Untuk menghindarkan kerumunan siswa, panitia dan guru menunggu di depan gerbang dan mengarahkan anak ke kelas masing-masing.
 
Saat berada di kelas, sekolah sudah memberikan jarak antara siswa dengan kuota maksimal 16 orang masing-masing kelas. Sekolah juga menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas dan memberikan pemahaman kepada guru.
 
Selama proses belajar mengajar siswa hanya berada di lokal dan saat jam istirahat tidak diberikan waktu ke luar ruangan. Bahkan, sekolah meminta anak membawa bekal sendiri karena kantin di tutup.
 
"Jam pelajaran juga diperpendek, agar siswa bisa pulang lebih awal dan tidak jenuh," Evida..
 
Siswa kelas dua dan tiga akan belajar secara bergantian setiap harinya. Saat berada di rumah, siswa belajar secara daring dan luring, atau tugas dari guru masing masing. Metode belajar secara bergantian ini diharapkan mampu mengisi waktu siswa.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif