Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Zoom
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Zoom

Refocusing Anggaran, Nadiem Pangkas Anggaran Honor, Rapat dan Perjalanan Dinas

Pendidikan pendidikan Kebijakan pendidikan Anggaran Pendidikan Kemendikbudristek
Citra Larasati • 23 Agustus 2021 23:12
Jakarta:  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjamin realokasi anggaran atau refocusing tidak berdampak pada program prioritas kemendikbudristek.   Hal ini ditegaskan Nadiem, meski refocusing anggaran terjadi di segala lini pemerintahan, untuk mendorong penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.
 
Refocusing APBN Kemendikbudristek berdampak pada pengurangan honor, anggaran rapat, perjalanan dinas, serta sasaran kegiatan. Tapi refocusing tidak berdampak pada prioritas utama Kemendikbudristek, yakni pembiayaan pendidikan yang sangat diperlukan di masa pandemi,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin, 23 Agustus 2021.
 
Pada kesempatan ini, Mendikbudristek juga menyampaikan contoh-contoh program yang tidak terdampak refocusing anggaran. Misalnya, Program Indonesia Pintar (PIP) tetap diberikan kepada 17,9 juta siswa dengan anggaran Rp9,6 triliun, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa dengan anggaran Rp9,4 triliun. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, Beasiswa Afirmasi Pendidikan (ADik) untuk 7.382 mahasiswa dengan anggaran Rp139 miliar juga tidak terdampak. Beasiswa ADik merupakan beasiswa yang diberikan Kemendikbudristek untuk siswa asal Papua dan Papua Barat, daerah Khusus atau terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T), dan siswa anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI), selain itu aneka tunjangan untuk 364.573 guru dengan anggaran Rp7,3 triliun juga diperjuangkan Kemendikbudristek untuk tidak terdampak refocusing anggaran.
 
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 pada Senin, 16 Juli 2021 lalu. “Pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain mendukung perluasan program beasiswa," ujar Jokowi kala itu.
 
Baca juga:  Nadiem Akan Tindak Kampus yang Lambat Salurkan Bantuan UKT Mahasiswa
 
Karenanya, Mendikbudristek menggarisbawahi prioritas Kemendikbudristek, yakni untuk mengedepankan pembiayaan pendidikan yang paling diperlukan peserta didik, pendidik, dan orang tua di masa pandemi.  Sehingga beberapa program menjadi terdampak refocusing anggaran. 
 
“Tentu ada kesedihan di pihak kami bahwa ada beberapa program yang dihadirkan dengan semangat gotong royong yang terdampak refocusing, Kemendikbudristek telah memperjuangkan anggarannya semaksimal mungkin dan akan terus mengakselerasi program-program tersebut,” tekan Nadiem.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif